Buku Mungilku, Teman Karibku

Remaja dipenuhi dengan problema yang mengisyaratkan gejolak jiwa mereka. Konteks inilah yang membuat remaja cenderung memiliki teman dekat untuk berbagi cerita. Salah satunya, diari. Buku mungil bersampul warna-warni yang berisi beraneka ragam rasa. Canda, tawa, duka, kecewa, curiga, semuanya bercampur aduk dalam sebuah buku mungil yang dinamai diari.
Hampir sebagian besar remaja memiliki diari yang disimpan di sudut kamarnya atau dibawa kemana-mana. Remaja putri adalah mayoritas pemilik diari. Biasanya mereka mengeluarkan tangis bersama diari atau berbagi bahagia dengan diari. Seperti Fhany El-Shara, siswi SMPN 1 Sawahlunto yang mengatakan, “Diari adalah tempat dimana kita bebas mengeluarkan uneg-uneg yang ada dalam hati dan pikiran, mau perasaan sedih, senang, ragu atau takut.” Begitu juga dengan Rima Ardila yang sudah menulis diari sejak SMP. “Biasanya aku menulis masalah keluarga dan masalah dengan si Doi,” ungkap siswi SMKN 4 Padang ini.

Saat ini menulis diari seakan sudah menjadi kebiasaan wajib bagi sebagian pelajar. Menulisinya setiap hari dengan merekam kejadian pagi tadi, siang tadi, dan malam ini. “Aku menulis diari setiap hari sebelum aku tidur,” ujar Lisa Oktavia, siswi SMAN 14 Padang. Alasannya, karena ia ingin menyimpan kejadian apa yang terjadi pada hari itu. “Hari ini berakhir disaat kita akan tidur dan sebelum tidur aku mencurahkan semua perasaan di diari, begitu seterusnya,” terang Lisa. Bahkan Utari Surati Ningsih bisa setiap jam menulis diary. “Setiap saat ada momen-momen berharga yang patut dikenang, Jadi setiap jam pun aku bias menulisnya” ujar siswi SMKN 4 Padang ini.
Namun demikian, tidak semua remaja yang setiap hari menulis diari. “Saya menulis diari hanya ketika ada hal-hal yang berkesan bagi saya,” ucap Okta Marselina. Siswi SMAN 4 Padang ini mengaku hanya sekali-kali menulis diari. Sama halnya dengan Yulia Yoan. Cewek yang sekolah di MAN 2 Padang ini menulis buku diarinya jika benar-benar lagi perlu. “Ada saat-saat kita meluapkan kebahagiaan ataupun kesedihan. Saat itulah diari diperlukan,” bela siswi kelas XII IPS 2 ini.
Mayoritas remaja memilih waktu sore atau malam hari untuk menulis diari. “karena malam waktunya lebih santai,” ucap Yulia Joan. “Malam biar bener-bener kerasa privasinya,” sahut Citra Dewi dari SMA N 3 Padang. “Aku menulis diari sore hari karena nggak ada kegiatan lain,” ujar Dewi Sartika, pelajar SMAN 2 Padang menambahkan.
Diari dan tuannya bagaikan sepasang teman dekat. Semua kisah tuannya dicurahkan dalam diari. Hampir sebagian kisah itu merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh sang pemilik dan si diari. Mungkin inilah yang menyebabkan diari menjadi benda yang tidak bisa ditinggalkan oleh pemiliknya. Jangankan dibuka, disentuh pun mungkin dilarang. Sylvia langsung bilang “nggak boleh” jika ada yang mau membaca isi diarinya. Kenapa ngga boleh? “Tiap orang kan punya style dan privacy sendiri-sendiri,” jawab cewek imut dari SMAN 2 Padang ini. Lain lagi alasan Fhany, “Kalau orang lain boleh tau, kenapa aku nggak cerita ke teman-teman aja. Berarti yang ditulis di diari itu nggak boleh diketahui orang lain alias top secret abieez.” Dewi Sartika lebih lain lagi. Gadis kelahiran 30 April 1989 ini membolehkan saja orang lain membaca keluh-kesahnya di buku diari. “Boleh, tapi hanya orang-orang tertentu saja, misalnya kakak, adik, atau ibu. Itupun hanya di halaman-halaman tertentu.” ceritanya.
Begitu pentingnya sebuah diari sehingga dijaga ketat oleh pemiliknya. Yosrica Shelvia, siswi SMAN 14 Padang mengatakan, “ diari adalah tempat curhat paling aman.” Diari bisa juga menjadi catatan sejarah ketika sudah dewasa nanti. “Diary itu penting banget. Soalnya selain tempat curhat, suatu saat kita bisa membacanya lagi untuk mengingat apa aja yang pernah kita alami,” jelas Citra Dewi. Okta Marselina juga mendapatkan manfaat dari pentingnya menulis diari. “Dengan menulis diari aku merasa lega dan semua beban masalah aku rasanya berkurang. Selain itu, apa-apa yang berkesan menurut aku dapat aku dapat aku baca dan aku kenang kembali,” terangnya panjang lebar.
Nah, dari sekian banyak yang menulis diari, ada jua yang enggan menulis diari. “Dia bakal rugi karena dia tidak ingat masalah masa lalunya sedetail mungkin. Dia bakal kehilangan masalalunya yang pastinya tidak dapat diulang kembali,” sahut Rima Ardila ketika ditanyai pendapatnya terhadap pelajar yang tidak suka menulis diari.
Teman-teman kita punya tips khusus nih, buat teman-teman lain yang juga suka menulis diari. “Kalau nulis diari tuh, mending apa adanya aja trus lebih bagus kalau pakai tanggal biar ingat kapan kejadian pentin itu terjadi,” saran Sylvia. “Kalau bisa pakai kunci khusus agar tidak ada yang dapat membacanya,” Okta Marselina menambahkan. Kebiasaan Rima Ardila juga bisa dijadikan contoh, “Saya suka mengisi diari saya dengan puisi. Dengan puisi saya bisa berkarya seni dan menghasilkan diary yang indah,” ucap Rima.
Diari memang identik dengan remaja putri. Akan tetapi, tidak tertutup kemungkinan bagi remaja putra untuk ikut menulis diari. Alfernado Arlis adalah salah satu contoh remaja putra yang pernah menulis diari. Ia menulis ketika kelas 1 SMA. “Yang ditulis adalah masalah cinta dan kejadian-kejadian yang terjadi karena ketika itu saya baru tinggal di Padang. Sekarang udah nggak lagi,” cerita siswa SMAN 2 Padang yang biasa dipanggil Nado ini.
Demikianlah sebuah diari. Buku mungil berwarna-warni tempat mencurahkan isi hati, teman dekat, dan gudangnya rahasia pribadi. Tertarik untuk mulai menulis diari? (Dirangkum oleh Nilna Rahmi Isna/SMAN 2 Padang atas laporan Maghriza Novita Syahti/SMA N 3 Padang, Yosi Jannatul Firdaus/SMAN 4 Padang, Cici Okta I, Nuresa Wahyuni/SMAN 14 Padang, Arif Budiman/SMKN 4 Padang, Eka Herlina/MAN 2 Padang, Sufia Vanisa, Isma Dewita/ SMPN 10 Padang, Mery Oktaviani/SMPN 1 Sawahlunto)

diterbitkan oleh tabloid Pmails edisi 85, 06 – 12 Mei 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s