“Apa Salahku Alysa?”

Pertanyaan itu yang mungkin memaksa Alysa semakin berang pada Nayla. Nayla yang egois, Nayla yang tak mau mengerti, Nayla yang seenaknya saja. Kata-kata maaf punj tak dianggap Alysa. “Jangan dibahas,” katanya.
“Sudahlah, jangan marah melulu,” begitu isi sms Nayla, yang membuat Alysa semakin membara. Nayla memang egois, untuk kali ini mengaku salah.
Tapi, kenapa jadi dingin begini?. Masalah Alysa menjadi masalah kelas. Semua orang mempertanyakannya.
“Apa salahku Alysa?”—>pertanyaan bodoh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s