Memandang Bumi Lewat Mata Burung

Dulu, betapa menjemukannya membaca atlas dunia yang besarnya melebihi badan. Tapi, sekarang internet telah menyulapnya menjadi hal yang mengasyikkan. Salah satunya yaitu aplikasi Google Earth. Apa itu Google Earth?
Google Earth adalah sebuah jasa peta globe virtual gratis dan online yang disediakan oleh Google. Ia menawarkan peta dan gambar satelit di seluruh dunia yang dapat diseret, serta menawarkan perencana rute dan pencari letak bisnis di Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Hong Kong, dan beberapa bagian Eropa.
Software buatan Google ini menampilkan gambar-gambar satelit yang dilengkapi dengan data-data GIS (Jalan KA, batas wilayah, Lapangan Terbang,dll), lalu mengemasnya menjadi program yang mudah dioperasikan. Dengan Google Earth, kita bisa melihat peta bumi dalam bentuk tiga dimensi, dan disertai dengan tekstur yang jelas. Google Earth tidak hanya menyodorkan pengalaman mengitari bumi dan melihat-lihat kota di dunia secara vertikal, tapi juga melalui perspektif pandangan mata burung.
Melalui software ini, kita bisa melihat Air terjun Niagara dari angkasa secara tiga dimensi. Hal ini membuat kita serasa melayang di angkasa. Atau, cobalah untuk melihat kota New York. Hebat sekali, lewat koneksi Google Earth dengan web-cam jalan raya kota New York, kita bisa melihat betapa padatnya lalu lintas kota itu secara real-time.
Di Google Earth, pengguna diajak menerawang suatu lokasi secara keseluruhan dari atas, baru kemudian menukik turun untuk mencermati detail-detail lokasi tersebut, misalnya bangunan, jalan raya, lembah, pegunungan, pantai, dan sebagainya. Selain data visual, aplikasi ini menyajikan pula data sosial dari suatu wilayah, seperti: kepadatan populasi, angka kriminalitas, dan sebagainya.
Hanya saja, resolusi untuk peta Indonesia terbatas sampai  ketinggian >10km saja. Sehingga, orang-orang Indonesia hanya dapat melihat rumah mereka sendiri dalam bentuk peta satelit datar yang dilihat secara perspektif. Tidak seperti USA. Untuk wilayah USA dan beberapa tempat lainnya bisa mencapai <100m. Dengan resolusi sebesar itu, tentu saja kita dapat melihat mobil dengan jelas.
Google Earth sebelumnya.
Sebelum Google Earth, sudah ada beberapa virtual globe yang berselancar di internet. Sayang sekali, tenyata Google Earth memiliki kelebihan-kelebihan lain yang tak dapat ditandingi antara lain : Lebih cepat dalam render, render peta-nya halus tidak patah-patah; penambahan layer mudah, dengan menggunakan format kml; 3d model tekstur bumi lebih realistis dibandingkan dengan WW; dan ukuran installer yang kecil yaitu 12Mb, WW 56Mb.
Kelebihan lain, Google Earth tidak hanya menampilkan peta-peta baru, tapi juga peta lama. Sehingga pengguna bisa mengeksplorasi peta lama dan membandingkannya dengan peta baru.
Dari berita terakhir, Google Earth sempat diprotes oleh India. Pemerintah India meminta Google mengurangi detail gambar beberapa daerahnya, yang dimunculkan melalui layanan Google Earth. Pasalnya, layanan Google Earth yang menampilkan detail tempat tertentu itu dikhawatirkan dimanfaatkan oleh teroris. Keberatan ini bukanlah yang pertama terhadap layanan Google Earth. Sebelumnya, Australia, Rusia, Korea Selatan, dan Thailand mengajukan keberatan yang sama.
Meski mendapat beberapa kritikan, Google Earth sangat menarik untuk menjelajahi dunia. Berjalan-jalan di virtual globe ini mungkin sama asyiknya jika kita terbang mengelilingi bumi. Jika ingin mendownload Google Earth, silahkan klik http://earth.google.com. (Berbagai Sumber/Nilna Rahmi Isna/SMAN 2 Padang) 

diterbitkan oleh tabloid Pmails edisi 75 , 25 Februari – 3 Maret 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s