Tragedi Serangga Hijau

situasi
aLYSA duduk pada posisi mau postes FISIKA. Dibelakangnya Nayla. Sama-sama stres belum ngapal. rAMA lewat, diduga dari dabelyusi, seenaknya nggak liat kiri kanan. Dan……..

aLYSA : Rama….. kamu membunuh!!!!
rAMA : (duduk kursi sebelah meja aLYSA, lap-lap muka) Membunuh???, Astaghfirullah, Nayla kamu membunuh?. Nggak boleh itu kan makhluk tuhan juga. Astaghfirullahal’azim.
nAYLA : (tampang stress) Loh koq aq. Eh Rama Jelek, kamu tuh yang membunuh. Enak aja ngata-ngatain orang. Aq kan duduk disini dari tadi.
rAMA : (geleng kepala sambil menatap sang korban dengan iba). Astaghfirullah Nayla……….. ckckck…. Membunuh itu tidak baik. Allah mengutuk perbuatan itu.
nAYLA : (tampang stress kuadrat) RAMA………………….., bukan aq yang membunuh. KAMU yang membunuhnya. Makanya kalau lewat itu liat-liat. Ada makhluk kecil dibawah sana.
rAMA : (masi geleng-geleng kepala terus ngeliat Nayla dengan tatapan hakim ke terdakwa) Nayla, sekarang angkat serangga itu. Itu kan makhluk tuhan juga. Kalau perlu kuburkan dengan baik-baik.
nAYLA : (emosi memuncak) Grrrhhhh……. kamu yang injak SERANGGA itu. KAMU yang MEMBUNUHNYA…………..”
rAMA : (tatapan memohon dan iba) Nayla, lihatlah dia, kasihan….
nAYLA : (klimaks) RAMAAAAAAAAAAAAA
aLYSA : (tampang bingung + stress sambil pegang kalkulator, berucap lirih) Rama kamu membunuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s