Menikmati Proses, Menyukai Sastra

FadeL Fadillah
Runner Up Pelajar Teladan Kota Padang

” Mengapa Amerika?. Padahal sebagian besar rakyat Irak sendiri tidak setuju dengan eksekusi ini. Apa haknya? Apa untungnya bagi Amerika?. Apalagi pemerintah Amerika sendiri kan yang mengumbar-umbar kepada penduduk ASIA agar hukuman mati dihapuskan. Katanya, tidak sesuai dengan HAM. Itu apa namanya? Munafik!. Lain bicara lain tindakan! Selamat untuk Saddam Husein!,” kata-kata hujatan yang lebih tepat disebut kekecewaan meluncur deras dari mulut Fadel Fadillah. “Padahal, Amerika itu negara yang bagus. Rakyatnya oke, etos kerja tinggi, dan disiplin. Rakyatnya individual dalam arti positif,” lanjut Fadel yang kali ini memuja negara adikuasa tersebut.
Begitulah, Fadel kecewa dengan pemerintahnya bukan negaranya.


Fadel Fadillah adalah anak kedua dari empat bersaudara, putra dari pasangan Bapak Yusfadillah dan Ibu Nismar. Sedari SD, kelahiran Padang tanggal 29 Oktober 1989 ini mampu berpikir secara kritis. Ketertarikannya terhadap bidang politik membuatnya mencintai dunia orator yang bebas dan spontan. “Saya suka aktifitas politik, berbicara di depan khalayak ramai dan menyampaikan pendapat secara spontan,” tukasnya. Karena itu pula Fadel kecil bercita-cita menjadi duta besar Indonesia.
Keseriusannya menjadi duta besar terpancar dari berbagai bahasa asing yang kini dikuasainya. Tak tanggung-tanggung 7 bahasa asing dijamah, antara lain: Jerman, Jepang, Spanyol, Itali, Arab, Inggris dan Prancis. Ragam bahasa itu didapatkan bukan saja dari les atau sekolah, tapi juga dari film serta buku yang secara pribadi dibaca, lalu belajar dari sana.
Kini, Fadel yang akan menempuh ujian akhir ini berencana melanjutkan pendidikannya ke fakultas Hubungan Internasional Universitas Indonesia, terkait dengan cita-cita yang telah dipilihnya.
Tak hanya mencintai dunia politik, Fadel juga berbakat dalam dunia seni dan sastra. Di sekolah, Fadel tergabung ke dalam grup randai yang membawanya ke kongres kebudayaan nasional yang ketika itu diadakan di kota Bukittinggi. Tak salah juga kalau grup randai yang diikutinya memenangkan Juara I randai ketika SMP dan Juara II randai ketika SMA. “Kekeluargaan dalam randai membuat saya terpacu untuk masuk ke dalamnya,” terang penyuka film Oliver Twist ini.
Selain itu, Fadel yang menggemari buku Eragon dan komik Detektive Conan ini rajin menulis puisi. Minatnya terhadap puisi tak terlepas dari peran sang kakak yang ketika itu menyuguhkannya antologi Kahlil Gibran. “Saat itu seakan ada ikatan benang yang membuat saya tertarik dengan puisi, sampai sekarang. Now and always,” kenang Fadel. Ia mengaku tak hanya terpikat pada puisi, tapi juga pidato dan prosa. Ketika SD, Fadel senang mendengar mantan presiden kita, Soeharto dan Habibie berpidato di televisi. Karena itulah, naskah pidato yang ditulisnya sempat membawa Fadel pada Juara II lomba pidato hari Pendidikan Nasional 6 tahun yang lalu.
Melihat segitu banyaknya prestasi yang dicapai Fadel Fadillah, Ibu Elismawati selaku wakil Kurikulum SMAN 2 Padang memilihnya pelajar teladan putra SMAN 2 Padang. Tak salah pilih, pada kompetisi pelajar teladan tahun 2006, Fadel diumumkan sebagai Runner Up pelajar teladan untuk tingkat SMA tahun 2006.
Apa pendapat Fadel? “Waktu itu saya tidak ada pikiran untuk menang, tapi saya yakin. Saya juga tak kalah oke,” tutur pencinta pelajaran B.Inggris, Biologi, dan sejarah ini. Dalam seharinya Fadel tergolong orang yang easy going, sedikit serius. Kunci suksesnya, berani memulai, berani menerima hasil dan nikmati seluruh proses. Prinsip hidupnya, dengarkan diri sendiri dan terima saran orang lain. Wah, bisa ditiru nih!
Tanpa bermaksud menggurui, ada baiknya kita menyimak kalimat Fadel, sang pelajar teladan, berikut ini, “Sebagai remaja yang mengaku berilmu, tolong anggap semua orang itu pintar. Faktanya setiap orang pasti punya kelebihan, walaupun di satu bidang saja. Lihat!, ketika satu orang saja bikin malu, satu kelas bersorak. Menurut hemat saya, itu kebiasaan orang-orang primitif. Karena itulah, remaja kita tak pernah maju-maju.”
Oke lah Fadel, kamu memang Oke!(Nilna Rahmi Isna/SMAN 2 Padang)

*Fadel Fadillah,Cover Tabloid Pmails Edisi 68

One thought on “Menikmati Proses, Menyukai Sastra

  1. Maa Syaa Allaah…

    Semoga Allah memberikan mu segala kemudahan mencapai cita citamu, dinda

    ———-
    nilna say : Terima kasih, Kak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s