Keluarga Spiderman

Lebih dari 10.000 jenis laba-laba tercatat di Indonesia. Dimana sajakah mereka?.
Laba-laba merupakan jenis hewan pemangsa dari kelas Arachnida. Ia merupakan atropoda tidak terkenal. Hanya sedikit orang yang tertarik mengumpulkan dan mempelajarinya. Pada umumnya laba-laba hidup di hutan. Kondisi hutan yang semakin terganggu, menyebabkan sarwa ini terlebih dahulu punah sebelum ditemukan dan dipelajari.


Bentuk umum laba-laba berbeda dari serangga biasa. Sebagian-besar laba-laba dikenal dari banyak mata yang dimilikinya, mulai dari tanpa mata hingga delapan mata, beberapa diantaranya buta. Bagian mulut laba-laba jantan mempunyai ujung yang membesar yang mana berfungsi sebagai alat canggih penyalur sperma pada saat kawin. Keistimewaan lainnya, laba-laba mampu menghasilkan “benang sutra”.
Benang sutera dibuat laba-laba sebagai bentuk pertahanannya dalam menangkap mangsa. Benang sutera diproses dalam bentuk cair oleh kelenjar perut besar dan dipancarkan dari enam tabung pendek, pemintal di bagian belakang daerah perut. Pada saat dikeluarkan, benang akan mengeras tapi masih bersifat lengket. Sehingga, serangga kecil yang kebetulan lewat akan terjerat.
Jaring laba-laba merupakan karya yang luar biasa. Setiap laba-laba membuat rangkaian dan gaya jaring yang berbeda. Masing-masing serangga dengan hati-hati akan menangkap serangga lewat jaring yang diciptakannya. Sebagai tanda, getaran dan perlawanan serangga kecil adalah waktu baginya untuk membunuh dan membungkus mangsa untuk dimakan kemudian. Namun demikian, tidak semua laba-laba menggunakan ‘benang sutra’nya untuk mencari mangsa. Sebagian besar malah menggunakannya sebagai balon penyeberang dari satu tempat ke tempat lain. Helaian benang sutera panjang yang dihembus angin akan mengangkat laba-laba ke udara. Cara tersebut dapat menempuh jarak 300 meter dan mungkinmencapai ketinggian 6.400 meter. Rajutan benang ini juga diperlukan sebagai feromon untuk menarik lawan jenis.
Selain sebagai penghasil sutra, laba-laba juga membantu manusia dalam memusnahkan hama. Mereka dengan giat memburu hewan invertebrata yang sering merugikan lahan pertanian. Laba-laba akan membunuh lewat suntikan beracunnya dan mengisap cairan tubuh mangsa. Perut laba-laba yang halus dan elastis, memudahkannya untuk menampung banyak makanan.
Laba-laba Bisa Menyamar
Mengapa kita jarang menemukan laba-laba di siang hari?. Laba-laba mudah terancam pemangsa seperti kadal dan burung. Untuk menghindarinya, hewan ini menggunakan berbagai macam alat penyamaran. Salah satunya, dengan meniru tampilan dan perilaku semut. Laba-laba akan mengikuti gaya berjalan dan melambaikan kaki depan yang mirip dengan sungut semut. Siasat ini meyakinkan karena sebagian besar predator akan menghindar apabila dihadapkan pada seekor semut. Sengatan dan gigitan semut cukup untuk membuat predator menjauh.
Sekedar pengetahuan, laba-laba mendekati jumlah 40.000 jenis dalam evolusinya. Kalajengking disebut-sebut sebagai anggota Arachnida tertua. Sisa fosilnya ditemukan di lapisan terestrial sekitar 400 juta tahun lalu. (Indonesian Heritage /Nilna Rahmi Isna / SMAN 2 Padang)

Halaman Insting Tabloid Pmails, edisi 65

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s