Dialog-dialog 30 November

Person1 : “Ehm…. ehm….”
Person2 : “Ehm juga. Kenapa sih?”
person3 : “Ehm… ehm….”

Person4 : “Nay, kita dibilang pacaran ma anak-anak ini nih.”
Person5 : “Ehm..”
Person2 : “Oh.. biarin aja deh!”
Person1 : “Ehm… kalian cocok kok”

Nayla sedikit terganggu begitu juga Dio.

“Kayaknya kita mesti jaga jarak deh” ujar Dio
“Wah.. jangan jaga jarak dong. Ayla, mereka bilang jaga jarak” cetus pauline


“Wah jangan dong” timpal Ayla
“Ini nih, yang Nayla takutin.” Nayla memberi penekanan pada kata ‘takut’.
“Nggak enak sama Deva-nya ntar dia salah paham lagi,” lanjut Nayla kemudian

————————————————

Person11 : “Dio… sinilah”
Person12 : “ngapain sendirian disana?”
Person13 : “Gimana, dah mati ikan tu?”

————————————————

“Dio.. kami mendukungmu” sorak Ayla
“Dio… dio…”
“Dio….”
Mereka layaknya ‘fans berat’ Dio.

———————————————-

“Nah, masalahnya udah beres kan?” seru Nayla
“Nayla pinter, kan?” Nayla narsis tepuk-tepuk tangan sendiri.
tIBA-TIBA Yudith datang
” Wah.. iya nay?”
“Kalau gitu Yudith juga pengen ah”
“Cariin buat aku satu ya nay”
NayLa : (BENGONG)

————————————————

“Sini Rendi beliin, coz Nayla dah berkorban demi kita-kita,” seru Rendi sambil menyerahkan air mineral gelas.
“Pokoknya kita satu kelas ya, Nay..” pinta Rendi memelas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s