“Yes!, Aku berhasil!!!.”

Jam kosong BK

Nayla senyum-senyum sendiri. Baru saja Dio membuka isi hatinya. “Aku suka sama Deva.” Kata-kata itu akhirnya keluar dri mulut Dio setelah lama ditunggu Nayla. Dari dulu Nayla juga tau kalau Dio naksir Deva. Dio memang pintar menutup mulutnya tapi matanya tak bisa berbohong. Tatapan cinta, tatapamn yang hanya dimiliki Dio saat ia melihat Deva.
Nayla masih senyum-senyum sendiri di balkon depan kelasnya, lantai dua. Matanya tertuju pada sekelompok siswi kelas X yang terkikik centil karena baru saja senior idola mereka menyapa dengan senyuman yang hangat bersahabat. Tapi, Nayla tak terusik dengan pemandangan itu. Ia asyik dengan alam pikirannya sendiri.
“Yes!!.. Aku berhasil!!!.” pekik Nayla keras. Wajahnya masih saja tersenyum cerah saat berlari menuju kantin. Tak dihiraukannya sorakan Alysa yang sekonyong-konyong keluar kelas mendengar teriakan Nayla. “Ada ap…” belum sempat kalimatnya selesai, sosok Nayla telah menghilang di ujung lorong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s