Tags
terbit di Padang Ekspres, 14 Desember 2008
Cerpen Nilna R. Isna
Pak Haji Guru sungguh benci dengan guyonan lokal yang sedang ngetrend di kompleknya. Guyonan itu tak lain datang dari Udin yang baru pulang merantau dari kota. Udin menebarkan virus ‘kota’nya kepada pemuda-pemuda sebayanya. Tak ayal, hampir semua muda-mudi kampung mengikut gaya trendy Udin. Membuat Pak Haji Guru benci sejadi-jadinya.
Gaya trendy Udin itu tak lain tak bukan hanyalah tentang sebuah singkatan. Singkatan itu pun datangnya hanya dari dua buah huruf yang biasa ditulis di belakang nomor polisi atau plat sepeda motor. Kini, akibat virus dari Udin itu, orang-orang kampung jadi waspada terhadap nomor plat motor atau mobil mereka.
BA 1714 SR adalah nomor polisi sepeda motor skutermatik milik Herlina yang jadi bulan-bulanan pertama, korban Udin. Herlina yang bisa dibilang kecentilan senang berkeliling kampung menggunakan skutermatiknya. Kadang ia sendiri, kadang membonceng teman perempuan, dan sering sekali berboncengan bersama teman lelakinya. Jika sudah bersama teman lelakinya, maka Herlina yang dibonceng. Hampir tiap hari Herlina keliling kampung terutama bila senja-senja hari, baik dari arah rumahnya maupun menuju rumahnya. Jika hari Minggu, Herlina sudah standby di depan pagar dengan sepeda motornya menunggu seseorang, lelaki, mungkin kekasihnya, untuk kemudian dibonceng oleh kekasihnya itu.
Jika hari kerja, Herlina hanya bisa memakai sepeda motor jika sudah lewat zuhur. Setelah diusut, ternyata sepeda motor itu tak murni punya Herlina, tapi punya bapaknya. Maka dari itu, Herlina hanya bisa memakai sepeda motor itu sepenuh hari di hari Minggu dan setengah hari di hari kerja. Continue reading »