Tags
Alkisah, 7 orang sukses di negeri ini mengalami nasib miris yang sama. Secara kebetulan, ketujuhnya adalah sesama sahabat yang mengawali pertemuan mereka pada salah satu perguruan tinggi ternama di negeri tersohor. Tujuh orang itu berinisial A, RA, RK, HS, EN, AP, dan AW. Ketujuhnya menjabat sebagai direktur atau manajer di instansi yang berbeda tetapi masih dalam bidang yang sama, sesuai dengan jurusan mereka ketika kuliah dulu.
Berhubung zaman sudah canggih dimana perusahaan bernama wordpress, blogger, multiply, facebook, friendster, myspace, hi5, yahoo, gmail, dan lain sebagainya meraup untung secara cepat dan dahsyat, maka tujuh orang itu pun memanfaatkannya untuk saling curhat.
—bersambung
hehehe
Tapi sang penulis memutuskan untuk tidak perlu “pake acara bersambung”. Karena sang penulis tiba-tiba berhasil membobol email mereka dan menemukan fakta bahwa ternyata ketujuhnya sudah memiliki pekerjaan dengan semboyan masing-masing. Berbekal ilmu kewirausahaan yang mereka dapatkan semasa kuliah dulu, akhirnya A, RA, RK, HS, EN, AP, dan AW berhasil mendapatkan pekerjaan yang lumayan untuk mencari sesuap nasi.
Berikut semboyan mereka yang kerap mereka suarakan setiap hari :
RK : Buka dulu dompetmu. Beli dong rotiku. Roti… roti… seribu lima ratus gitu loh
AW : Pada hari minggu kuturut ayah ke kota. Naik delman istimewa ku duduk di muka. Ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja. Mengendarai kuda supaya baik jalannya. Hey…!
HS : Tigo sapuluah…! Tigo sapuluah! caliak lah lu, Sia makai?
EN : Uuaaak….! Lauuaaak!!! Gambolo, Sala, udang, cumi…! Uuuaaak…!
RA : Angek….! Aia angek! Awas kapalo! Aia angek! Aia angek…! Angek…!
A : Sikek… sikek…! Lem alteco! Sikek Kutu! Samek… samek…! Gundar kain!
AP : Ubek…! Ubek…! Yang jauah mandakek. Yang dakek marapek.
Apa sajakah jenis pekerjaan mereka?
Tamat. Sekian.
