Tags
Tentang beberapa orang di sekitarku :
1. Dia sakit, saudaraku itu sakit. Semoga ia cepat sembuh
2. Terima kasih untuk Bu Minda. I get more from your class. Aku menyukai kelasnya, cara belajarnya, prinsipnya, cara penilaian, dan kalimat motivasinya. Malah, aku merindukan kelasnya. Kapan kita bisa bertemu dalam kelas lagi, Bu?
3. Aku dan empat teman lainnya tergabung dalam sebuah tim untuk “Program Pengabdian Masyarakat atas Proposal DIKTI”. Masalahnya, satu dari empat temanku itu ingin mengundurkan diri dari tim. Alasannya karena ia tak bisa berkontribusi lebih banyak. PADAHAL, aku yakin sekali dia bisa. Pasti ada alasan lain yang menyebabkannya ingin mengundurkan diri. Aku yakin itu. Ia tentu punya alasan lain selain masalah kontribusi. Huuf…. Lagipula, kalaupun ia mengundurkan diri, tak ada satu pun dari kami yang punya kuasa. Hanya dosen yang punya kuasa karena sang dosenlah yang mengusulkan sekaligus menentukan nama-nama untuk tim ini. DAN LAGIPULA, mengapa tidak dari dulu saja mengundurkan diri kalau emang merasa tidak bisa. Huuf!
4. “Fresh, sudah berapa sekolah yang mendaftar?” à pertanyaan rutin untuk Freshti seminggu terakhir ini.
5. Pak Deff, aku memujinya. Seperti halnya dengan Bu Minda, aku menyukai kelas Pak Deff, cara penilaiannya, dan kalimat motivasinya. Aku senang dengan cara Pak Deff memperhatikan mahasiswanya. Semoga ilmunya menjadi berkah bagi seluruh mahasiswa.
6. Om, terima kasih banyak. Tanpa Om, mungkin kami tak akan kuat. Semoga acaranya sukses dan tidak rugi. Hehehe. Tingkyu yah, Om. Kalau sukses, kami bikin acara lagi. Kalau gagal, kami akan tetap bikin acara lagi.
7. Ayah, aku berusaha untuk bisa membagi waktu lebih baik lagi. Oke, aku akan (harus!!!) pulang sebelum jam 5