Tags
Dalam sebuah perlombaan, apa saja bisa terjadi. Sebagai peserta kita mesti menerima dua keputusan ini. Jika tidak menang, berarti kalah. Namun yang tak bisa dimengerti adalah sikap para peserta untuk menerima kekalahan. Ada yang menangis, ada yang stress berat, ada yang tak mau makan, tapi ada juga yang santai-santai saja. Benarkah? Mungkin iya, mungkin tidak.
Sebelumnya, kita tanya dulu lomba seperti apakah yang sering diikuti oleh teman-teman? Kita awali dengan Annisatul Muhara, siswi SMAN 1 Padang pernah ikut lomba SMAPSIC dan GEMBITAMA yang diadakan UNAND. Jauh sebelumnya, ketika masih SD, Nisa pernah ikut lomba pidato. “Alhamdulillah yang lomba pidato sama GEMBITAMA menang, kalau SMAPSIC nggak,” jawab Nisa perihal hasil lomba yang diikutinya.
Ghina Athaya, siswi SMAN 2 Payakumbuh juga pernah ikut lomba. ”Lomba 17-an,” sebutnya. Cuma, kata Gina, sampai saat ini ia belum pernah menang. ”Sedih, kecewa, iri, tapi nggak sampai berlarut-larut,” ucap Gina. Narita Cristy, SMAN 6 Padang, juga pernah mengikuti lomba seperti lomba shalat jenazah dan lomba cerdas cermat. Sama halnya dengan Gina, Tata, panggilan akrab Narita Cristy juga nggak pernah menang. ”Semua lomba itu nggak pernah menang,” ujarnya cengengesan.
Sementara, Siti Amelia yang juga dari SMAN 6 Padang pernah ikut segudang lomba antara lain olimpiade matematika, pramuka penggalang tingkat nasional, cerdas cermat, lomba menari. ”dan lain-lain,” sambungnya. Wah… wah… wah…. Waktu itu, gadis kelahiran 21 Maret 1994 ini menang juara 2 pada lomba menggambar animasi se-kota Padang. ”Rasanya senang dan bangga karena bisa menunjukkan bakat kita,” ujar Siti mengungkapkan perasaan. Akan tetapi, Siti juga pernah kalah dalam perlombaan. ”Pada olimpiade matematika dan lomba menari, Siti kalah. Sedikit kecewa sih. Tapi ya nggak apa-apa,” tuturnya. Continue reading »
Jaringan Mahasiswa Kesehatan Indonesia atau JMKI merupakan organisasi mahasiswa kesehatan lintas program studi yang merupakan tempat mengkaji dan memecahkan berbagai permasalahan di bidang kesehatan secara menyeluruh. JMKI mula terbentuk pada 20 April 2000 yang merupakan hasil keputusan rapat JMKI 1 di Jakarta yang bertujuan untuk berperan dan terlibat secara aktif dalam memperjuangkan peningkatan derajat masyarakat Indonesia melalui pembinaan kerjasama dan persatuan antar mahasiswa kesehatan serta mengkaji dan menyikapi kebijakan di bidang kesehatan.
Atas nama orang Indonesia pasti mengenal tahu dan tempe. Kedua makanan khas Indonesia ini “jarang absen” di menu makanan kita karena memang harganya yang relatif murah, mudah didapat, dan rasanya yang lezat. Tapi, tahukah? Ternyata tahu dan tempe sangat penting bagi wanita untuk memperlambat penuaan, terutama bagi wanita yang akan mengalami menopause.