• Tentang Nilna

Nilna.R.Isna

~ Kata Tanpa Jeda

Nilna.R.Isna

Monthly Archives: January 2012

tipi minggu pagi | reblog

31 Tuesday Jan 2012

Posted by Nilna R.Isna in Uncategorized

≈ Leave a Comment

Reblog from kurniawangunadi.tumblr.com

Dulu saya dimarahin ibu karena dari jam 5.30-11.000 pada hari ahad hanya menonton TIVI , tapi itu lebih baik daripada anak2 sekarang yang bangun tidur saja jam 9 … paling tidak dulu saya tidak sendirian , karena rumah saya menjadi basecamp temen2 sebaya yang sama-sama nonton kartun …

saya paling sebal disuruh bersih-bersih rumah hari minggu , maka jam 5 pagi saya sudah bereskan tuh nyapu halaman , biar bisa nonton itu kartun

yang paling bikin jengkel adalah ketika ada tayangan TINJU , seketika orang-orang dewasa menginvasi dan mengklaim bahwa TV adalah hak mereka hari itu , oh meeeeennnnnn … .

maka larilah kami semua ke desa tetangga yang memiliki TV , memohon kepada pemiliknya dengan muka memelas . .

waktu itu , saya kecil , TV adalah barang mewah , tidak semua orang punya . .

sekarang , tidak ada yang menarik dari TV , hah !

hari berikutnya , di sekolah , kami menceritakan apa yang kami tonton , bodoh sekali , padahal kita sama-sama nonton , tapi diceritakan ulang

waktu itu , gak gaul adalah ketika kamu melewatkan satu episode kartun pada hari ahad … lebih tidak gaul lagi adalah ketika kamu ternyata sendirian yang tidak nonton … hahahaaa

sumber : http://kurniawangunadi.tumblr.com/post/16667623861/dulu-saya-dimarahin-ibu-karena-dari-jam#post-notes

Share this:

  • Facebook
  • Twitter
  • Tumblr
  • Email
  • Print
  • Digg
  • LinkedIn
  • Reddit
  • StumbleUpon

Like this:

Like
Be the first to like this post.

\

29 Sunday Jan 2012

Posted by Nilna R.Isna in Uncategorized

≈ 1 Comment

Reblogged from ISMKMI:

Click to visit the original post

Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ISMKMI (Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia) yang ke-20, maka ISMKMI menyelenggarakan Kompetisi Keilmuan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Kompetisi dengan tema besar SIAGA BENCANA ini mengadaptasi format olimpiade, di mana seluruh institusi kesehatan masyarakat berlomba-lomba memenangkan medali sebanyak-banyaknya agar bisa memenangkan penghargaan sebagai juara Umum.

KETENTUAN OLIMPIADE

  • Peserta adalah mahasiswa institusi kesehatan masyarakat (Perguruan Tinggi, Universitas, Sekolah, Institut, dll.) tingkat  S1 di Indonesia dan telah terdaftar di Formulir Pendaftaran (bisa diunduh di…

Read more… 1,083 more words

Rumah Impian

27 Friday Jan 2012

Posted by Nilna R.Isna in Uncategorized

≈ 1 Comment

Aku memimpikan memiliki sebuah rumah sederhana, cukup satu lantai, dengan teras yang agak besar. Teras yang cukup menampung belasan orang bersantai berhadap-hadapan. Teras untuk kami (aku, suamiku, anak-anakku) saling berkumpul dengan teman. Aku menyenangi berkumpul bersama teman-teman di rumah.

Di sudut kanan, ada beberapa tanaman obat dan tanaman dapur. Sedari kecil, aku penyakitan, mengonsumsi aneka bentuk dan warna obat. Ketika dulu merasa hebat karena berani dan rajin minum obat. Namun sekarang, aku paling tidak ingin mengonsumsi obat, begitu juga tidak ingin menjejali suami dan anak-anakku obat yang berbentuk bulat-bulat. Aku akan pelajari segala macam khasiat tanaman. Mengonsumsi mereka, tanaman berkhasiat ini, adalah pencegahan penyakit, mencegah ke rumah sakit, mencegah meminum obat, Begitu juga dengan bumbu-bumbu masakan, aku senang memetik mereka sebagaimana ketika kecil aku sering membantu ibu mengambilkan bumbu masak di kebun samping rumah.

Aku juga akan menanam buah-buahan. Ini adalah hobi ayah dan ibu. Selalu ada tanaman buah di setiap rumah yang kami tempati. Rumah di kampung ibu terlengkap, ada sawo, belimbing, rambutan, alpukat, pepaya, pisang, kelapa, sunkis, sampe kakao.Kakao yang terbanyak karena ayah malah berkebun kakao di rumah di kampung ibu. Rumah di kampung ayah terkenal dengan rambutan yang mengelilingi rumah, 6 pohon rambutan dengan jenis bibit yang berbeda. Selain rambutan ada pepaya, pisang, mangga, kakao, dan nangka. Rumah sebelum rumah ini malah ada batang semangka. Di rumah yang sekarang, ada alpukat, mangga, dan anggur. Nangka kami baru saja berbuah, sementara anggur hanya sampai panen pertama setelah itu gagal panen, udara dan tanahnya tidak cocok.

Rumahku nanti harus ada taman bunga. Halaman yang luas juga akan kuhiasi dengan bermacam-macam bunga. Aku pastikan segala jenis bunga ada di rumahku, mulai dari melati hingga teratai, dari mawar hingga rumput teki, semua jenis anggrek, dan bunga-bunga indah lainnya. Selaras dengan janjiku padanya, aku akan menjadi bunga di rumahmu yang mengindahkan dan terindahkan.

Tanah pekarangan rumah kami nanti akan dilapisi dengan rumput lembut seperti permadani. Aku tak ingin punya pagar besi untuk rumahku. Aku akan memagari rumahku dengan tanaman pagar saja, bonsai mungkin. Tanaman itu akan aku rancang setinggi dada. Rumah itu nanti akan berada di daerah pegunungan namun masih mudah diakses dari pusat kota. Rumah itu akan berada di sudut antara jalan simpang tiga. Tanah tempat rumahku didirikan lebih tinggi dibanding jalan. Jika diukur kemiripan mungkin mirip dengan lokasi rektorat Universitas Andalas. Aku suka posisi rektorat itu.

Di masa depan, warga komplek perumahan tempatku tinggalku adalah warga yang sangat menjunjung tinggi kebersihan dan keindahan lingkungan. Mereka sangat mencintai untuk melindungi bumi. Di sana semua orang berkendaraan dengan sepeda. Setiap pagi selesai sholat shubuh, tua muda jalan sehat, yang lainnya melakukan senam massal. Tidak ada yang merokok. Intra keluarga dan antar keluarga hidup dengan damai dan sejahtera.

 

Negara tempatku tinggal juga membuat sebuah peraturan. Dimana setiap pegawai perusahaan negeri dan swasta serta siswa dan mahasiswa baru boleh keluar rumah setelah jam 7 pagi dan tidak boleh berkeliaran lewat pukul 11 malam. Televisi yang diizinkan siar hanya televisi yang lebih banyak bernuansa pendidikan dibanding hiburan. Setiap rumah juga diwajibkan memiliki perpustakaan mini yang ditujukan untuk memupuk generasi cerdas cinta baca.

 

Dalam hal perpustakaan, aku akan membangun perpustakaan itu terpisah dengan rumahku. Ruangan itu kubuat berdinding kaca, beratap gonjong dan berbentuk persegi empat seperti rangkiang. Kaca yang menjadi dindingnya tembus cahaya tapi udara panas tidak bisa masuk. Meskipun matahari di luar terik, ruang di perpustakaan miniku akan tetap sejuk.

 

Di perpustakaan itu aka ada satu kamar kecil tempat aku menaruh satu set komputer, printer, Scanner, dan LCD proyektor. Juga ada televisi dan radio. O iya, aku juga akan menaruh mesin tik di sana. Kata Rosihan Anwar, bunyi mesin tik akan meningkatkan laju otak berpikir dalam menulis. Kamar itu aku gunakan sebagai kamar kerja untuk menulis.

 

Buku-buku. Ah, tentu saja perpustakaan mini itu akan kupenuhi dengan beribu-ribu buku. Bisa jadi perpustakaan mini itu tidak boleh disebut perpustakaan mini lagi karena jumlah bukunya yang tidak mini.  Aku akan mengelola beribu buku itu dalam lemari-lemari yang disusun berjajar letter U. Setiap buku diberi “serial number” yang akan menjadi pedoman dalam laci katalog. Iya, aku juga akan membuatkan laci katalog untuk perpustakaan miniku.

Satu lemari disediakan khusus untuk buku-buku yang aku sendiri menjadi penulisnya. Aku memang memimpikan menulis banyak buku dalam hidupku. Buku-buku yang aku tulis itu terdiri dari jenis yang berbeda-beda. Aku akan menulis buku di segala bidang. Hanya saja bidang sastra, kesehatan, psikologi, dan humanisme akan lebih diutamakan. Olala, aku ingin sekali menulis 1000 buku.

Ruang tengah di perpustakaan miniku sengaja dikosongkan dari lemari. Ia akan dialasi dengan karpet lembut dan sebuah meja bulat kecil setinggi betis. Di sanalah tempatku memanjakan diri untuk melaksanakan hobi membacaku.

Masih ada mimpiku yang lain. Aku menginginkan mendirikan rumah sehat, sekolah gratis, dan sanggar sastra. Mendirikan dan mengelola rumah sehat memang menjadi tujuan utamaku. Di sana orang-orang tidak pergi berobat tapi untuk membangun kelompok-kelompok dengan kegiatan sadar sehat. Suasana rumah sehat dibuat senyaman mungkin plus taman sehatnya.

Sekolah gratis akan aku dirikan di kampung halamanku. Kakekku sempat bilang ia ingin anak-anaknya mendirikan sebuah sekolah di kampung. Jika anak-anak kakek tak dapat mewujudkannya maka aku sebagai cucunya yang akan mewujudkan keinginan itu.

Aku juga ingin mengasuh sebuah sanggar menulis. Aku begitu menyukai dunia menulis dan aku ingin “tulisan” yang aku punya diteruskan ke generasi-generasi di bawahku. Aku akan melakukannya dengan cara guru menulisku, guru kehidupanku, Om Yusrizal KW. Tidak akan ada teori dalam sanggar menulis ini, yang ada hanya perintah : menulislah! Aku juga akan lebih banyak memotivasi dan mengajarkan bagaimana cara memaknai hidup.

*Tulisan ini ditulis pada tahun 2008

Share this:

  • Facebook
  • Twitter
  • Tumblr
  • Email
  • Print
  • Digg
  • LinkedIn
  • Reddit
  • StumbleUpon

Like this:

Like
One blogger likes this post.
  • Lafi Munira

Kuliner Mengesankan Sepanjang Sumatera

26 Thursday Jan 2012

Posted by Nilna R.Isna in Uncategorized

≈ 3 Comments

dan cerita menarik ketika menikmatinya

1. MIE ACEH – ACEH

Ceritanya shubuh-shubuh nyampe Aceh. Penginapan masih sepi. Dan target utama kita adalah “pengen makan mie aceh”. Alhasil setelah mengutarakan keinginan ke “kakanda” kita… hehe. (makasi yg bg Afriady), kita dibeliin mie aceh… Padahal waktu itu cuma bilang “pengen makan” bukan “minta dibeliin”. Hehehe…

Waktu itu yang versi udang-nya. Yang diphoto ini versi kepitingnya. Hehe.

(moment muswil I ISMKMI 2010*)

 

2. TEH TARIK – ACEH

Yah, berhubung saya juga tertarik dengan namanya “teh tarik”, alhasil temennya mie aceh saat makan di “dapu kupi” Aceh, saya pesennya teh tarik. Eh, ga tahunya teh tarik itu teh telur.. hehe #ketipu45 :D

(moment muswil I ISMKMI 2010*)

 

3. KOPI ACEH – ACEH

Kopi yang akhirnya membuat saya ketagihan minum kopi. Kopi dengan warna paling hitam ini benar-benar memikat. Warnanya boleh hitam tapi rasanya manis luar biasa. Saya lebih senang menyebutkan rasanya : nikmat memikat ^^

Ceritanya, pagi-pagi saya cancel tiket ke bandara. Seharusnya pagi itu saya sudah berangkat ke Medan untuk nyambung ke Padang demi Grand Final UNAND AWARDS. Namun akhirnya saya memutuskan untuk melepaskan UNAND Awards dan meneruskan amanah sebagai Korwil I ISMKMI yang baru saja diemban. Alhamdulillah tiket bisa dipending sampai besok dengan sedikit membayar denda.

Dari bandara menuju kembali ke ruang sidang, saya pesan 2 bungkus kupi aceh, secara malamnya saya kurang tidur, jadi harus tetap melekin ini mata :D
Berhasil, kopi aceh mampu membuat mata saya terang benderang hingga akhir sidang. Meskipun saking semangatnya, saya hampir menumpahkan setengah bungkus untuk dibagi ke Aya, rekan mahasiswa dari Padang yang juga ke Aceh. :D Ini sumpah kopi paling memikat di Indonesia.

(moment muswil I ISMKMI 2010*)

 

4. BIKA AMBON – MEDAN

^^ Kue aneh, namanya Bika Ambon tapi asalnya dari Medan. Well, kalau kamu ke Medan tanpa bawa oleh-oleh Bika Ambon. Rugii45. Kue Bika Ambon emang cocok buat oleh-oleh, yang mengakibatkan dalam beberapa kali ke Medan, saya HARUS ke toko Bika Ambon dulu. Kalau nggak, bisa ngamuk-ngamuk orang Padang. ^^ Pulang dari Medan bawa Bika Ambon, It’s a must!.

(moment MATAPENA ISMKMI 2010*)

 

5. BOLU GULUNG MERANTI – MEDAN

Ada lagi nih khas Medan yang nggak boleh ketinggalan. “Bolu Gulung Meranti” Hmm, bolu dengan kotak kue yang khas ini paling banyak dijejerin saat kamu di bandara, baik kotak-kotak di toko-toko, maupun kotak-kota di tangan-tangan penduduk bandara yang berseliweran ^^.

(moment MATAPENA ISMKMI 2010*)

 

6. PEMPEK – PALEMBANG

^^Kalau udah tentang Pempek Palembang, saya mesti colek Lafi Munira n Mardiana Khiroz dan colek Angyun Abraham buat pamer. Hehe. ;D. Cerita tentang Pempek, saat munas Palembang, ceritanya kita “celingak celinguk” di Rusunawa UNSRI, kelaperan, n bosan. Berhubung panitia tuan rumah masih sibuk siap-siap untuk pembukaan, kita pun para delegasi “yang pengen cari udara luar” ini kabuuur.. Hahah. Sekitar belasan orang nekat naik angkot (padahal satu orang pun gag ada yang ngerti Palembang/Indralaya. Tapi kata bang Aan UTU, kita jalan aja, rame-rame kok, gapapa. Hilang satu hilang semua. Huaha.. #kasianpanitia.

Alhasil perjalanan itu sempat nyampe di tugu Kabupaten Ogan Ilir, makan pempek deh disana. Eh, tahu gag, saya bingung, “ternyata gini loh rasa pempek asli?, Kok enak yang di Padang yaah?” Haha.. #Lidahkuparah….

Oiyah, saat itu kirain udah jauh aja jalannya. Eh, nggak tahunya cuma keliling-keliling UNSRI. Tiba-tiba nyampe Alfamart, trus jalan kaki deh dari Alfamart menuju Rusunawa dan jalan kakinya itu jaaauuuuhhh banget… Padahal sopir angkotnya udah ningetin. Dasar waktu itu delegasi pada bandel. Pada sotoy… Hahah….

(moment MUNAS XI ISMKMI 2009*)

 

7. DUKU – PALEMBANG


Duku Palembang, oleh-oleh wajib dari Palembang. Ngomong-ngomong tentang duku Palembang. Saya colek Pramana Anggi, Elvira Yunita, n Shara Jeane dulu. ;D Jadi pulang dari Palembang, kita ngebis ke Padang. Dalam perjalanan, bis berhenti di deretan kios pedagang Duku Palembang. Huaaah, deretan gtu deh pedagangnya. Waktu itu sekitar pukul 10 ato 11an malam.

Kita awalnya pada malas turun, kecapekan. Tapi demi melihat ada yang beli… ‘kayaknya enak’ Hehe. Akhirnya Anggi diutus untuk turun. Saya, Ira, n Aya nitip.
Eh, gg tahunya murah dink. Sekilo cuma 5rbu. Ira sampai balik, ke bawah, dan beli beberapa kilo lagi. (Saya pribadi nyesel nggak nambah T__T gara-gara males turun)

Eits sebenarnya, bukan masalah malas turunnya itu yg menarik. Haha.. (ketawa dulu deh). Jadi di bis ada nenek-nenek yang selama perjalanan curhat habis ke orang yang duduk di sebelahnya + kenek bis. Sang nenek bercerita miris banget : diusir menantu, nggak punya duit, cuma ada duit sekian, pokoknya sedih n miris banget deh.

Tapi… saat ada pembelian per-duku-an, sang nenek naik ke atas bis dengan sekarung besar duku (mau jualan kali ya?) sampai-sampai tu karung ganggu para penumpang yang mau lewat-lewat.

Saya mikir, Anggi juga, Ira juga, Aya juga, karena sebenernya kami juga nyimak curhatan sang nenek tadi. Pertanyaannya sama : katanya gg ada duit, ko bisa beli sekarung besar gitu?

Dan pertanyaan yang berseliweran di kepala masing-masing itu akhirnya dibahasakan oleh sang kenek “Amak! Tadi kato amak, amak ndak bapitih do. Ko sakaruang gadang amak bali lansek haa.??!!”. Sang kenek mete-mete.
Huaaaha wkwkwk, saya n yang lainnya ketawa ngakak (tapi dalam hati, hehe) takut juga kalau ntar disemprot sang nenek.

(ps : itu keneknya ngomong pake bahasa minang, maaf malas translate, artinya cari sendiri yaah. :p )

(moment MUNAS XI ISMKMI 2009*)

 

—

Ini baru 7 jenis kuliner, masih ada Riau dan Jambi yang sempat saya kunjungi, tapi belum sempat menikmati kuliner khasnya. Lalu Kepri, Bengkulu, Babel, dan Lampung yang masih dalam antrian daftar daerah yang akan dikunjungi…. Tunggu ceritanya yaah. ^^

Share this:

  • Facebook
  • Twitter
  • Tumblr
  • Email
  • Print
  • Digg
  • LinkedIn
  • Reddit
  • StumbleUpon

Like this:

Like
One blogger likes this post.
  • Nilna R.Isna

Pesawat Oh Pecawatt….!!!

25 Wednesday Jan 2012

Posted by Nilna R.Isna in Uncategorized

≈ 1 Comment

Ketika saya masih imut-imut, lagi hobi-hobinya main sepeda roda 3 keliling kampung. Pesawat lewat di langit. Saya and the gank langsung teriak-teriak. “Pecawaaaat….!!! Pecawatt!!!!”. Teman saya yang punya Etek (tante,-red) bernama Evi (disingkat “Pi”,-red) yang tinggal di Jakarta langsung pamer, “Etek Pi…. Tek Pi… Da daa Da daa..!!!,” sambil melambai-lambaikan tangan seakan-akan Etek Evi sedang berada di atas pesawat dan melambai-lambaikan tangan pada temanku di bawah. Anak-anak lain tak mau kalah, masing-masing dan juga saya (:P) ikut memanggil-manggil saudara kami masing-masing yang berdomisili di Jakarta. Maklum, orang Padang, banyak yang merantau kesana kemari apalagi ke Jakarta. (:D) Begitulah seterusnya setiap ada pesawat lewat, anak-anak kampung yang unyu-unyu tanpa dosa ini berteriak-teriak.

::Kalo dipikir-pikir waktu kecil saya katrok bin norak yah? –”
 

Lalu, selama berpuluh-puluh tahun sejak lahir saya gag pernah naik pesawat. Pertama kali naik pesawat saya sudah berumur 20 tahun (d^^b). Sangat tidak patut dibanggakan bila dibandingkan dengan teman-teman semasa SD yang sering pamer baru saja naik pesawat ke Jakarta. Saya mampunya naik bis dari Padang – Jakarta, dulu itu menghabiskan waktu 3 hari 2 malam. Kalau sekarang kabarnya lebih cepat 1 hari 2 malam.. (:D)

Tepatnya 08-08-09, hari Sabtu, akhirnya saya naik pesawat. Berangkat sendiri ke ibukota, Jakarta. Bisa dibayangkanlah : sendirian, perempuan, katrok, berangkat shubuh-shubuh, nggak ngerti Jakarta, takut ke ibukota, dan terutama TAKUT karena GAG PERNAH NAIK PESAWAT. Ibu sempat nggak kasih izin karena saya sendirian. Takut ilang anak semata wayangnya. Tapi ini tiket udah ada, dikasi orang, gratis pula. Tentunya, kata Ayah, kita harus ‘berterima kasih dengan tidak menyia-nyiakan’.

Alhamdulillah, tiket PP naik pesawat itu, GRATIS. Saya dan 2 orang teman lainnya (Icha dan Sevil) menerima undangan untuk menjadi Delegasi Kampus Universitas Andalas atas nama Mahasiswa Kesehatan Masyarakat dalam kegiatan Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI). #Ceritanya, sebelum berangkat kampus memberikan dana untuk 2 orang saja. Namun kami saat itu ngotot pergi bertiga, dengan alasan kami bertiga telah saling melengkapi, jika salah satu gag ada, kami akan hilang di Jakarta, terutama saya. Saya bakalan ilang karena terakhir ke Jakarta itu usia 11 tahun. Alhasil kami bertiga sepakat dana dari kampus dibagi tiga, cukup untuk tiket pesawat pulang dan registrasi acara. Darimanakah tiket perginya? Alhamdulillah tiket itu diberikan gratis oleh Padang Ekspres Group sebagai bentuk apresiasi pimpinan P’Mails dan Padang Ekspres terhadap salah satu “anak didik”nya… Alhamdulillah dapat tiket VIP pula. Malangnya, karena pemesanan tiket saya berbeda dengan Sevil dan Icha, jadwal keberangkatan dan maskapai penerbangan kami pun berbeda. -___-
 

Selamam sebelum keberangkatan saya, rumah tampak sangat sibuk. Saya sendiri bingung secara ini keberangkatan ke luar pulau sendirian (terdengar agak mengerikan). Segala perlengkapan pun dipersiapkan. Semua peralatan saya beli baru : handuk baru, baju baru, kaus kaki baru, sepatu baru, sabun baru, sikat gigi baru, parfum baru, minyak telon baru, semuanya baru. Kecuali travel bag yang harus saya pinjam sama paman. Kalau beli baru, darimana duit? Pun di rumah tidak ada travel bag sama sekali kecuali tas kain yang biasa dipakai buat pulang kampung. #Well, saya kampungan dan sangat katrok (tapi bangga jadi anak daerah :) ) )

Pagi-pagi buta jam 3 udah bangun. Mandi dan siap-siap. Jam 4 shubuh berangkat ke Bandara. Perjalanan dari rumah ke Bandara yang berada di pinggiran kota akan memakan waktu 1 jam. Saya harus check in jam 5 dan take off jam 6 shubuh. Jadi harus pagi-pagi banget. Saya diantar oleh Ayah dengan taksi yang udah dipesen sejak semalam. Nah, berhubung VIP, saya dijemput langsung oleh travel agency langganan Padang Ekspres Grup, saya memanggil beliau Om In.

Oleh Om In saya diajarin semuanya, mulai dari masuk- liatin tiket – bagasi – check in – taruh bagasi – naik ke lantai 2 – bayar airport tax – liatin tiket lagi – bagasi lagi – dan duduk. Alhamdulillah (dapat duduk di Executive Lounge Anugrah di Bandara International Minangkabau. Berhubung saya ini katrok, sedikitpun saya tak menyentuh cicipan yang tersedia, padahal boleh bebas icip ini icip itu, saya nahan selera, waktu itu mikirnya “pasti bayar dan mahal”. Berhubung irit, pelit, tepatnya gag ada duit, saya gag memilih menyentuh makanan, hanya menyentuh majalah dan toilet.

Ehe„ toilet? Ya, di exe lounge itu saya milih ke toilet, mushalla, sholat sunnah, sholat shubuh (kalau dari Padang, pesawat jam 6, berarti sholat shubuhnya di bandara), dan banyak-banyak berdoa supaya saya selamat selama perjalanan. Pokoknya kaku, kagok, and keringat dingin. Antara penasaran dan takut mau naik pesawat.. Hahaha. Jujur bahkan saya nggak tahu kapan saya harus masuk ke dalam pesawat dan nggak ngerti suara-suara panggilan di dalam Lounge, apakah saya sudah bisa masuk pesawat? atau belum? -__-. Maka saya titip pesan sama Om In kalau udah waktunya, mohon dipanggil, dan saya pura-pura sibuk membaca, jadi nggak konsen sama panggilan. :D Kelihatan banget katroknya.

Akhirnya Om In kasi kode, trus nunjukin bagaimana di dalam pesawat nanti karena tentunya Om In tidak bisa mengantar sampai ke dalam pesawat. Saya manggut-manggut. Dan masuk. Nah, untuk apa pramugari? Jawabannya : untuk ditanya-tanyai. Begitu masuk saya langsung nyamperin pramugari, minta anter ke kursinya. Hehe.

Eh, gag taunya duduk paling depan. Duduk di tengah, di sebelah kanan bapak-bapak gendut pake jas rapi, di sebelah kiri bapak-bapak pake jas rapi n gendut juga. Saya matut diri : kecil, kurus, nggak rapi, make kemeja kuliah, gelang-gelang nggak jelas di tangan kiri, jam 20an ribu di tangan kanan, celanan jeans yang udah jelek banget jahitan bawahnya karena sering diinjak-injak, dan sepatu 30an ribu. Hahahahaha.

Ya udah cuek aja deh. Anggap aja traveller cuek yang udah biasa naik pesawat. Saya sapa kanan kiri, basa basi, ada acara apa Pak ke jakarta? #Hahah,sokbangetsaya. Ternyata yang satu anggota DPR salah satu daerah di Sumbar, yang satu lagi pebisnis yang ada proyek di Jakarta. Pas saya ditanya, adek ada acara apa? Saya jawab padat, “Saya Mahasiswa”. Terus sambung dengan, “saya pertama kali naik pesawat, Pak”. #Aiih,akhirnyajujur #demikeselamatanduniakhirat. Saya mulai bercerita tentang kampus yang saya duduki, tentang acara yang akan dikunjungi, serta tentang dua teman saya yang beda jadwal pesawat. Dua Bapak itu manggut-manggut.

Oh ya, tahukah? Saat pesawat take off, saya berekspresi seperti naik Roll Coaster. (Pejemin mata, pegang kursi erat-erat -sebenernya nggak perlu pegang kursi erat-erat-, jantung dag dig dug). Well, walaupun sebelumnya saya nggak pernah naik Roll Coaster, minimal saya pernah dulu banget naik Halilintar. Hahah.

Dua Bapak di sebelah saya udah tidur aja, sebelum ini pesawat terbang lurus -__-. #kecewa, saya mau ngobrol, Pak…. Pada saat keadaan udah aman, lampu udah dinyalakan, ada Bapak-bapak yang jalan-jalan di dalam pesawat, kayaknya ke toilet. Pada saat itu sempat mikir, gimana yah rasanya berjalan di pesawat yang lagi terbang? Selama ini saya sudah sangat sering jalan-jalan di dalam Bis Kota yang lagi ngebut. Hehe. Saya juga pengen tahu bagaimanakah wajah toilet pesawat itu. Namun penasaran itu saja pelihara saja. Pada saat itu belum berani bertindak “lasak”.

Berhubung dua Bapak tadi tidur, saya sibukkan diri dengan baca-baca, melahap semua apapun yang bisa dibaca disana, sambil dalam hati nggak henti berzikir. Setelah apa yang dibaca terasa nggak menarik, malah lebih menarik baca peringatan mematikan handphone- saya meniru-niru saja dua Bapak di sebelah saya. Tidur!. Tepatnya, memejamkan mata. Dan itulah yang terjadi selama di dalam pesawat, sekitar 1,5 jam merem tapi nggak tidur, tubuh tegang, dan telinga aware terhadap setiap bunyi yang ada. Saya baru membuka mata pada saat dari speaker terdengar bahwa sebentar lagi pesawat akan mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Fiuuh, itu 1,5 jam serasa setahun. -__-

—

Well, tahukah dalam rangka apa perjalanan pertama ini? Ke Jakarta saat itu adalah untuk menghadiri Rakernas VII ISMKMI. Kemudian betapa nama itu ISMKMI melekat kepada saya hingga sekarang, ia yang membawa saya terbang, keliling kemana-mana, sekaligus awal dari dimulainya perjalanan dari Bandara ke Bandara ini.

Thanks ISMKMI dan thanks a lot buat teman-teman yang setelah hari itu, pernah naik pesawat bareng saya dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) :

  1. Ade Somantri yang juga berangkat shubuh-shubuh, diantar Jendra ke rumah, dari rumah nge-taksi ke BIM, berangkat ke Jakarta utk Workshop TCN.
  2. Elvira Yunita, Shara Jeane, + Andrika Ariyoni yang mendadak muncul di BIM, menikmati perjalanan ke Medan di tengah cuaca buruk, ngeri banget di pesawatnya.
  3. Teman-teman peserta Stuband yang 30an orang, itu satu pesawat heboh dengan kegejean anak-anak yang bandel nggak duduk sesuai nomer tiket. Hahay.
  4. Taufik Hidayat dalam perjalanan menuju Surabaya, eh si Taufik pake sendal jepit.., d^^b Jempooll….

Lama kelamaan, saya belajar, naik pesawat sebenernya sama aja dengan naik angkot. Dulunya saya katrok sumpah, segala barang baru (meskipun harganya 20-30rb) gara-gara takut dibuang di tengah jalan kalau make baju lusuh dan sepatu lusuh. XDDDD #katroksumpah

Share this:

  • Facebook
  • Twitter
  • Tumblr
  • Email
  • Print
  • Digg
  • LinkedIn
  • Reddit
  • StumbleUpon

Like this:

Like
Be the first to like this post.

♣ Penulis

  • Nilna R.Isna

♣ Nilna R. Isna

Public Health Student | General Secretary of Association of Indonesian Public Health Students Organization @ISMKMI | love reading n writing | ordinary girl, who can fall in love | aspires to be a good wife and a good mom | IndonesiaLovers |

♣ Quote fr NY

People who continue to put their lives on the line to defend their faith, become heroes and will continue to exist on in legends. (NY)
The greatest warrior not coming from the comfortable palace, but he come from the deepest, hardest, and dangerous valley. (NY)

♣ Kalender

January 2012
S M T W T F S
« Dec   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

♣ Halaman

  • Tentang Nilna

♣ Categories

  • Artikel Padek (15)
  • Catatan Harian (123)
  • cerpen (7)
  • Opini (16)
  • Pmail's Journal (149)
  • puisi (21)
  • Uncategorized (49)

♣ Yang digemari

  • Mengenal Kanker Payudara Sedari Dini
  • Cacing-cacing Berbahaya yang Hidup di Usus Manusia
  • Rahasia Burung Hantu di Gelap Malam
  • Sejuta Khasiat Teh Hijau
  • Mengenal Jenis-jenis NAPZA
  • MEKANISME DAN TERAPI ALERGI
  • Makanan Sehat Agar Remaja Bugar dan Ideal
  • I-Unit, Mobil Masa Depan yang Ramah Lingkungan
  • Tahu dan Tempe Penting Bagi Wanita
  • Wirausaha yang cocok Bagi Pelajar

♣ Tulisan Tebaru

  • Bu Endang : Menkes Bersahaja, Penuh Karya Bermakna
  • 1360
  • HUKUM KEKEKALAN TAWA
  • #MayDay
  • PARIPURNA PURA-PURA
  • Maissy…. *terharu*
  • Ketika WASEKJEND Pulang ke Makassar
  • tipi minggu pagi | reblog
  • \
  • Rumah Impian

♣ Yang mereka katakan

Ono slembe on Rahasia Burung Hantu di Gelap…
niw on Mengenal Kanker Payudara Sedar…
kucing on Cacing-cacing Berbahaya yang H…
azhar on Cacing-cacing Berbahaya yang H…
muhammad alfath on Cacing-cacing Berbahaya yang H…
Naili Taya on Wirausaha yang cocok Bagi…
rivah on Mengenal Kanker Payudara Sedar…
rurimadani12 on “Cita-cita jangan satu, harus …
rurimadani12 on “Cita-cita jangan satu, harus …
ambocupu on Kuliner Mengesankan Sepanjang…
Arrez Alimbhook on Mengenal Kanker Payudara Sedar…
anto on Sejuta Khasiat Teh Hijau
nita on Demam Chikunguya, “Demam…
Nilna R.Isna on Tentang Nilna
Nilna R.Isna on Tentang Nilna

♣ Blog Spesifik Nilna

  • Blog Sehat Nilna
  • Catatan Kuliah
  • Cerpen Padang Ekspres
  • Sajak-sajak Nilna R. Isna
  • SMS diterima

♣ Komunitas

  • ISMKMI
  • KU INDONESIA
  • Save Child From Smoke

♣ Media

  • Padang Ekspres
  • Padang Kini
  • Padang Media
  • Padang Today

♣ Sahabat Menulis

  • Alfernado Arlis
  • andelisia Darmansius
  • Cesar Zaihan Camile
  • Chairan Hafzan Yurma
  • Chotic
  • Dedet Pratama Dinata
  • Elsya Crownia
  • Esha Tegar Putra
  • Fanz
  • Freshti Aldi
  • Kadek Ridoi Rahayu
  • Kenfi Stadiora
  • Lafi Munira
  • Maghriza Novita Syahti
  • Rahmadanil
  • Sayyid Madani Syani
  • Vinna Melwanti
  • Yulisa Farma
  • Yusrizal KW
  • Zara Novita Sari

♣ Archives

  • May 2012
  • April 2012
  • March 2012
  • January 2012
  • December 2011
  • November 2011
  • October 2011
  • July 2011
  • June 2011
  • May 2011
  • April 2011
  • January 2011
  • May 2010
  • December 2009
  • November 2009
  • July 2009
  • June 2009
  • May 2009
  • April 2009
  • March 2009
  • February 2009
  • January 2009
  • December 2008
  • November 2008
  • October 2008
  • September 2008
  • August 2008
  • July 2008
  • June 2008
  • May 2008
  • April 2008
  • March 2008
  • February 2008
  • January 2008
  • December 2007
  • November 2007
  • October 2007
  • September 2007
  • August 2007
  • July 2007
  • June 2007
  • May 2007
  • April 2007
  • March 2007
  • February 2007
  • January 2007
  • December 2006
  • November 2006
  • August 2006

♣ Awan Tag

Blak-blakan Buku Curhat dongeng event Iptren ISMKMI Jakarta kampus Kesehatan Komunitas Kuliah Lucu Makassar Nasionalisme P'Mailovers Pendidikan Pmail's Diary RAPIMNAS Sahabat Menulis Sastra SMS tips Tokoh Untuk Indonesia

♣ Blog Stats

  • 257,822 hits

♣ Yang Klik Saat Ini

web tracker

♣ Visitors

free counters

♣ klik www.inioke.com

inioke.com

♣ Facebook Nilna

Profil
Profil Facebook Nilna R. Isna
Buat lencana kamu sendiri

♣ Twitter Nilna

  • @inayahh Makasi kakakku yang cantik.... aamiin aamiinFollow Me16 hours ago
  • @SiskaWitdri Makasi ya dek.... :)))Follow Me16 hours ago
  • @Ayu_Fardila Makasi Ayuuu..Follow Me16 hours ago
  • @nessoo eh,, hehee.. hmmm. *bingungberkatakata* tp yg pasti makaaaasssssiiiiii nesssaaaaaaaaFollow Me16 hours ago
Follow @uninilna

♣

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 22 other followers

♣ Pooling

Nilai blog ini :
(polls)

♣ Milestone

The Big DayJanuary 26th, 2012
The big day is here.

Blog at WordPress.com. Theme: Chateau by Ignacio Ricci.

loading Cancel
Post was not sent - check your email addresses!
Email check failed, please try again
Sorry, your blog cannot share posts by email.