• Tentang Nilna

Nilna.R.Isna

~ Kata Tanpa Jeda

Nilna.R.Isna

Monthly Archives: November 2011

Habibie & Ainun : lelaki bersinar dan perempuan disampingnya.

22 Tuesday Nov 2011

Posted by Nilna R.Isna in Uncategorized

≈ 2 Comments

“Behind every successful man is a woman” Pepatah tersebutlah yang paling cocok untuk menggambarkan intisari pesan yang ingin disampaikan oleh satu buah buku yang ditulis oleh B.J. Habibie: Habibie & Ainun.

Melalui buku ini, pembaca akan mendapatkan gambaran lengkap mengenai kehidupan Habibie dan kehadiran serta sang istri tercinta di dalam kehidpannya. Masa-masa mereka berpacaran, menikah, merantau di Jerman, hingga berkarya di Indonesia; semuanya diceritakan dengan singkat namun lengkap.

Selain bercerita mengenai cinta mereka, buku ini juga tentu saja diwarnai dengan tiga hal yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan dua pribadi yang  telah manunggal dalam jiwa, roh, batin dan nurani sepanjang masa, sampai akhirat ini, yaitu: iptek, nasionalisme, dan kehidupan agamis.

Ainun, sebagai tokoh sentral dalam buku ini, sepanjang hidupnya telah sukses menjadi istri dan ibu yang baik. Tidak hanya itu, dukungan dan cintanya kepada Habibie diwujudkan dalam bentuk mendukung visi dan passion yang dimiliki suaminya untuk ikut aktif membangun negeri. Tanpa mengeluh dan protes, dirinya selalu sabar di dalam menemani dan mendukung suaminya kemanapun suaminya pergi. Dirinya adalah sosok yang rendah hati, selalu tersenyum, mandiri, penuh kasih sayang dan juga peduli. Tidak heran apabila dirinya merupakan inspirasi dan semangat yang tidak pernah padam bagi Habibie, bahkan ketika dirinya sudah tidak bersamanya lagi secara fisik di dunia.

Pasangan Habibie-Ainun disebut-sebut sebagai Romeo & Juliet masa kini. Saling setia hingga maut memisahkan–yang menjadi pesan utama kisah Romeo & Juliet–telah diintepretasikan oleh pasangan ini sebagai sikap saling mencintai, menyayangi, mendukung, memahami, memiliki dan kemanunggalan yang tidak pernah terhenti oleh batas ruang dan waktu. Sungguh merupakan bentuk nyata  cinta yang mendatangkan inspirasi dan layak menjadi panutan semua orang.

Namun ketika itu, saya tidak mampu lagi menahan emosi dan kesedihan saya, karena bingung. Saya bingung karena janji yang saya  pernah berikan kepada Ainun untuk selalu mendampinginya di manapun ia berada. Bagaimana kriteria berada “di bawah satu atap” dapat saya penuhi? Saya memanjatkan doa kepada Allah SWT dan memohon petunjukNya. Apakah saya segera ikut saja ke liang kubur? Bagaimana caranya? Dalam keadaan ketidakpastian, kebingungan dan sedih saya menangis.

“Ainun, jiwa, roh, batin dan nurani kita sudah manunggal dan atap kita bersama adalah langit alam semesta. Karena itu Ainun tetap berada di samping saya dan saya di samping Ainun, di mana saja kami sedang berada sepanjang masa.”

Manunggal, pada akhirnya itulah kata yang tepat untuk menggambarkan secara utuh kehidupan bersama mereka selama 48 tahun 10 bulan, dan juga kebersamaan mereka kini hingga seterusnya meski sudah tidak satu alam dan dimensi.

Selasa malam 30 November ini, Bacharudin Jusuf Habibie meluncurkan buku “Habibie & Ainun” yang disebut sejumlah kalangan sebagai buku tentang cerita cinta abadi dua anak manusia. Kehidupan penuh cinta pasangan Habibie dan Hasri Ainun memang bisa menjadi bahan ajar menarik untuk keadaan sosial kini yang terlalu dimabuk kabar selingkuh, cerai, sensasi syahwat dan birahi.

Mereka menguak kisah cinta sejati dan kesetiaan yang membangkitkan takjub, selain menjadi cermin kepada siapa keluarga-keluarga berkaca. Kesetiaan tiada koma dari sang ilmuwan cemerlang kepada istrinya itu, telah menegaskan bahwa cinta abadi itu ada.

Ketulusan cinta Habibie-Ainun dan keromantisan mereka mungkin seindah kuasa cinta yang membalut perjalanan kasih Roro Mendut dan Pronocitro, Laila dan Majnun, Mumtaz Mahal dan Shah Jehan, Guinevere dan Lancelot, Scarlett O’Hara dan Ashley Wilkes, atau pasangan dalam roman-roman lainnya.

Tentu saja kisah cinta Habibie-Ainun tak setragis kisah dalam roman-roman itu. Freddy Mercury, vokalis band legendaris Queen, hanya bisa bersenandung cinta sejati dalam lagunya, “I was born to love you/With every single beat of my heart// Yes, I was born to take care of you/Every single day of my life// You are the one for me/I am the man for you// You were made for me//“

Habibie juga melantunkan kidung amor seperti Freddy, dengan berkata, “Ainun tercipta untuk saya, dan saya tercipta untuk Ainun.” Tapi Habibie lebih dari itu, karena untaian syair indah itu dia terjemahkan dalam laku keseharian kepada sang pasangan hati.

“Cinta mereka tidak pernah berkurang, justru terus bertambah,” kata buah hati mereka, Thareq Kemal Habibie, kepada satu televisi nasional beberapa waktu lalu. Mereka melihat satu sama lain secara mendalam, tak hanya dari eloknya paras, indahnya lekuk tubuh atau merdunya suara. Sebaliknya, mereka memaknai wajah mereka sebagai nilai-nilai dari mana keluarga harmonis ditata

Mereka seolah melanggamkan puisi pujangga besar William Shakespeare, “Di wajahmu Aku lihat kemurnian, kebenaran, dan kesetiaan.” Di tengah dunia yang dibalut glamor, seksualitas ekstrem, pemujaan benda, dan pernikahan berimamkan nafsu, dua sejoli itu mempertontonkan cinta sejati yang mempesona nan menggetarkan.

 

Cinta sejati

Kesetiaan Habibie mengingatkan pada salah satu kisah kasih agung di era modern, antara dua ilmuwan brilian, Pierre Curie dan Marie Sklodowska Curie. Sebagaimana Habibie dan Ainun, Pierre dan Marie dipersatukan oleh cinta. Keduanya tak saling mencari untung, tak pula saling menuntut, apalagi memanipulasi kelebihan, pencapaian dan kedudukan pasangannya. Mereka bersenyawa menjadi ekajiwa dwitubuh karena menganggap satu sama lain sebagai belahan jiwa.

Pesona cinta memang menyentuh kalbu semua orang, dan manakala itu merasuk pada dua anak manusia yang ikhlas berbagi rasa dan dipersatukan oleh ketertarikan sama, maka hidup menjadi lebih berbunga. Itulah yang dirasakan Marie dan Pierre, dan mungkin pula dinikmati Habibie dan Ainun, serta semua pasangan sejiwa lainnya. Adalah kecerdasan dan ketekunan Marie yang membuat Pierre jatuh hati. Setelah beberapa kali gagal dipinang Pierre, perempuan Polandia itu menerima cinta Pierre dan berlanjut ke pernikahan pada 1895. Pernikahan itu kian menyatukan mereka, hingga bermitra demi sains.

Masa-masa sulit berhasil mereka lalui, karena mereka selalu berbagi, saling mengisi dan merasa saling membutuhkan. Sukses akhirnya mereka capai pada 1898 setelah menemukan polonium dan radium. Untuk upayanya itu, mereka, bersama Antoine Henri Becquerel, dianugerahi Nobel Fisika pada 1903.

Hidup Marie berantakan setelah Pierre meninggal dunia pada 1906. Tapi, cintanya yang tak pernah padam pada suami, membuat Marie bangkit menapaki jalan yang diretas belahan jiwanya untuk menjadi profesor fisika dan meraih lagi Nobel kimia pada 1911. Namun, di tengah kesuksesan itu, Marie tetap merindukan Pierre. Marie merasa dia adalah Pierre, dan Pierre adalah dia. Pada 1934 Marie menyusul Pierre ke alam baka karena leukemia.

Seperti Marie, Habibie juga amat kehilangan belahan jiwanya, seolah setengah hatinya terenggut. Habibie mengatakan tak akan melewatkan sehari pun berziarah dalam masa 40 hari setelah wafatnya sang istri. Sungguh satu ungkap kesetiaan mendalam dari seorang pecinta sejati.

Habibie seolah mendeklamasikan puisi pujangga besar Persia, Jalaluddin Rumi, “Aku mungkin bisa menutup bumi dengan taburan melati/ Aku dapat saja memenuhi samudera dengan tangisan/ Aku bisa saja mengguncang surgawi dengan pepujian/ Tapi tak satu pun dari semua itu dapat meraihmu.”

 

Ideal

Habibie-Ainun adalah gambaran otentik mengenai wujud doa setiap pasangan nikah untuk hadirnya keluarga harmonis yang dibalut kesetiaan. Habib Ali Almuhdar, guru mengaji Keluarga Besar Habibie, berkata, “Keluarga Habibie adalah keluarga sakinah mawaddah warohmah.” Artinya, keluarga itu senantiasa diliputi kasih sayang dan menjalankan perintah Tuhan sehingga selalu dilimpahi rahmat-Nya.

Habibie-Ainun, serta keluarga-keluarga lain seperti mereka, merekatkan ikatan keluarga di atas fondasi saling menyadari dan mengakui perbedaan-perbedaan mereka. Mereka bersatu menjadi dua belahan jiwa yang bersenyawa dalam satu tubuh di mana sang perempuan menutup ketaksempurnaan emosi pria, sebaliknya kesenjangan nalar pada perempuan ditutup sang pria. Jika keadaan itu membawa keutuhan kepada keduanya, maka kebersamaan mereka adalah perkawinan sejati antardua sejiwa sehati.

Mengutip para pakar spiritual, tatkala jiwa-jiwa seperti itu menyatu, pikiran-pikiran tentang seks tak lagi dominan. Sebaliknya, makin dominan persatuan seks, makin hambar sebuah persenyawaan spiritual. Jika persenyawaan spiritual itu kian kuat, maka dua jiwa itu kian rapat menyatu. Inilah level di mana perkawinan sejati antardua belahan jiwa telah tercipta, sebagai mana Tuhan rencanakan untuk setiap manusia.

-dikutip dari http://afkaridiskon.blogspot.com/2011/04/habibie-dan-ainun.html-

Share this:

  • Facebook
  • Twitter
  • Tumblr
  • Email
  • Print
  • Digg
  • LinkedIn
  • Reddit
  • StumbleUpon

Like this:

Like
Be the first to like this post.

Seminar Penelitian Efektifitas PERDA No. 8 Tahun 2009

09 Wednesday Nov 2011

Posted by Nilna R.Isna in Uncategorized

≈ Leave a Comment

Kamis 10.11.11. dalam kegalauan akan judul skripsi yang “waw” dan waktu yang semakin lama semakin sempit, akhirnya saya berkesempatan ke Padang Panjang. Namun bukan dalam rangka melakukan penelitian melainkan menghadiri seminar penelitian tim peneliti dari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas. Penelitian keren tersebut berjudul  ”EFEKTIFITAS PERDA NO. 8 TAHUN 2009 DALAM PERUBAHAN PRILAKU HIDUP SEHAT MASYARAKAT KOTA PADANG PANJANG.” Penelitian tersebut berlangsung sejak Juli hingga diseminarkan November ini. Ketua Tim Peneliti : DR. Zulkarnain Agus, SpGK.

Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa PERDA No.8 Tahun 2009 ini merupakan langkah cerdas pemerintah Kota Padang Panjang dalam membentuk prilaku hidup sehat masyarakat kota. Namun perlu ada penyempurnaan terutama untuk sanksi dan sosialisasi. Sehingga tidak terjadi kerancuan dalam aturan.


Usai Seminar, dijamu Walikota Padang Panjang di Rumah Makan Pak Datuk Padang Panjang

Share this:

  • Facebook
  • Twitter
  • Tumblr
  • Email
  • Print
  • Digg
  • LinkedIn
  • Reddit
  • StumbleUpon

Like this:

Like
Be the first to like this post.

something special

09 Wednesday Nov 2011

Posted by Nilna R.Isna in Catatan Harian

≈ Leave a Comment

 (yang belum pernah ke Padang :D )

Dua bulan ini banyak adik-adikku yang ultah. Siang tadi, bersama Prima Kurniati Hamzah, sembari makan siang, memotret beberapa gambar. Untuk adik-adikku, cuma bisa kirim ini, nanti kalau sudah “besar” Uni kirim yang lebih “BESAR”. :) Selamat ulang tahun, saudara yang kusayang. Love u coz Allah SWT. :’)

Dipotret di sela-sela makan siang. Mm, mumpung ada jus Sirsak, numpang nongol disini yaaah :p

Share this:

  • Facebook
  • Twitter
  • Tumblr
  • Email
  • Print
  • Digg
  • LinkedIn
  • Reddit
  • StumbleUpon

Like this:

Like
Be the first to like this post.

Barakah Ied Adha

06 Sunday Nov 2011

Posted by Nilna R.Isna in Catatan Harian

≈ Leave a Comment

Semalam keluarga dari kampung datang ke rumah. Selain karena ada bisnis dengan ayah juga sekalian silaturahim. Satu keluarga diboyong semua ke Padang. Dan beginilah kalau ada yang datang ke rumah, ibu akan menjamu luar biasa, sibuk ini itu, dan pastinya ada makanan. Menu semalam adalah Mie Goreng Tomat ^^.

Keasyikan ngobrol, main, dan lain-lain, akhirnya pukul 23.30 WIB memutuskan untuk balik ke kampus karena besok harus menyambut lebaran. Saya termasuk yang jarang pulang kampung bila lebaran karena memang saat ini tinggal di sekitar keluarga ayah sehingga sudah terbiasa lebaran diantara keluarga ayah (yang semestinya di Minang itu berkumpul bersama keluarga Ibu).

Singkat kata, sebelum pulang, Kuti (begitu saya memanggilnya) mengajakku untuk pulang kali ini. Dan Jgeeerr!!! Macam diculik, serupa kilat, sambar baju-handphone-sikat gigi, berangkat. Dompet pun ketinggalan saking buru-burunya.

Saya sampai di kampung sekitar pukul 01.30 WIB. Pukul 07.00 WIB satu lagi rombongan keluarga ibu datang untuk berlebaran bersama. Pukul 07.15 WIB berangkat ke Masjid untuk sholat Ied.

Sumbar masih mendung. Meski di sela-sela khutbah sempat turun rintik hujan yang menambah corak dari beberapa mukena parasut yang dikenakan jamaah. Cuaca benar-benar cerah saat jamaah pulang ke rumah masing-masing. Namun sempat hujan lebat qabla dzuhur, bertepatan dengan selesai disemblihnya hewan qurban seakan air itu mempercepat mengalirnya darah-darah dari sapi dan kambing yang selesai disemblih. Lalu cerah lagi ba’da dzuhur saat warga mengganti kupon dengan sekantong daging. Subhanallah. Skenariomu hari ini indah ya Allah. :’)

Sorenya saya harus balik ke Padang. Namun sebelum itu sempat bersepeda ria dengan adek sepupu mengunjungi beberapa keluarga. Kakekku, ya kakekku, meski bukan kakek kandung, namun beliaulah yang memberikan “peluang” bagiku untuk terus mengabdi selama menjadi mahasiswa dengan mampu meluluhkan hati kedua orangtuaku sehingga mengizinkanku mengambil keputusan besar itu. Kakekku saat ini terbaring lemah di dipannya. Sakit liver. Kakinya sudah tidak mampu berdiri lagi. Ya Rabb, sembuhkan kakekku. Berikanlah beliau nikmat kesehatan di usia senjanya… Aamiin. :’)

Perjalanan menuju rumah kakek (kampungku, Alhamdulillah jalanannya masih rapi, tertata, dan asri)

Ba’da Ashar, saya bertolak ke Padang sambil membawa sekantong daging, berkah daging dari kampus. Pukul 5 sore, sampai di rumah. Ibu masih berkutat di dapur. Sop sudah jadi, Kalio daging hampir jadi, dan Dendeng akan dimasak. Aku ikut berkutat dengan ibu, meski pada saat yang bersamaan, aku juga berkutat dengan laptop, sambi menyambi. Indahnya menjadi perempuan. Ayah yang tahu hari-hariku selalu dengan laptop meletakkan posisi meja dan kursi untukku berdekatan dengan dapur. Sehingga mau tak mau, aku tetap harus peduli pada dapur.

Berikut yang akhirnya tersaji ba’da magrib :

(ps : yang dalam photo porsi kecil, yang dibuat porsi besar, yang tahan lama. Hehe)

Ba’da Isya, ini yang tidak mengenakkan, kondisi dapur yang berantakan, dan saya harus dinas malam : cuci piring porsi besar… Hoho.

Hehe, sedih lihat dapur. ^^

Share this:

  • Facebook
  • Twitter
  • Tumblr
  • Email
  • Print
  • Digg
  • LinkedIn
  • Reddit
  • StumbleUpon

Like this:

Like
Be the first to like this post.

4hours Confusion

03 Thursday Nov 2011

Posted by Nilna R.Isna in Catatan Harian

≈ 3 Comments

4jam GALAU. ;D

Yah, setidaknya ini jadi pelajaran bagi saya agar “TIDAK KEMANA-MANA KALAU LAGI SAKIT“ Heerrgh!!! Yah, meskipun biasanya juga sering “kemana-mana” kalau lagi sakit, cuek aja. Tapi kali ini kerasa banget “fear factor“nya.

Jadi cerita sebelumnya, seharian kemarin sampai tadi siang ditemani Pijut & Inyut di rumah. Mereka datang demi melihat “apa yang terjadi padaku, sakit apakah, sampai-sampai itu workshop penting nggak datang?”. Awalnya mereka berdua cuma kunjungan (alias bezuk kali yah). Tapi kelamaan reunian, kelamaan ngobrol mulai dari ngaconya zaman SMA sampai cari jodoh. Eeaa… Ngobrol dengan ditemani tumpukan buku :

  1. 1. Agar Bidadari Cemburu Padamu, Salim A. Fillah
  2. 2. Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A. Fillah
  3. 3. Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A. Fillah
  4. 4. Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, Salim A. Fillah
  5. 5. Agar Jatuh Cinta Tak Jadi Bencana, Jauhar Al-Zanki
  6. 6. Dialog dengan Cinta, Ruslan Ismail Mage
  7. 7. Sungguh, Aku Mencintaimu karena Allah, Pipiet Senja, dkk
  8. 8. Ya Allah, Izinkan Ia Menjadi Pendampingku, Ummu ‘Aisya, et.al
  9. 9. ga-gi-gu GiGi, Lia Indra Andriana

ps1 : Setelah dideret begini baru sadar, ini buku serial “menikah” udah banyak banget yaak di pustakaku. :hehe. Oyah, itu no.9 kayaknya gag sejenis deh sama yang lainnya, tapi kenapa ada di tumpukan ini? #mikir =_=aa #lupakan.

ps2 : bahas cinta, jodoh, lelaki, dan wanita bersama Ibu dihadapan Al-Quran terjemahan, duduk berhadap-hadapan, dan mengkaji beberapa surah pilihan dalam buku-buku yang dibaca random, ^^serasa halaqah^^.

ps3 : buku-buku diatas “add to cart” alias wajib beli, wajib punya, dan wajib baca.

Okay, sekilas tentang hari kemarin. Kembali ke masalah 4hours confusion, Pijut n Inyut akhirnya nginap dan pulang sekitar jam 12an siang tadi yang dilepas dengan tetesan air mata. Ini beneran, bukan lebay. Karena sesungguhnya saya butuh banyak “orang” untuk berbagi penderitaan yang sudah tidak sanggup dipendam sendirian ini.

Berjarak 4menit saja, saya ditelpon Dekanat, diminta segera ke kampus. Ya, sebenarnya saya sudah pernah di-sms sebelumnya untuk ke kampus, tapi waktu itu benar-benar tidak sanggup keluar rumah. “Nilna, masih sakit? Bisa diburu ke kampus sekarang nggak dek, ada yang mesti ditandatangani,” ujar telpon di ujung sana. Nggak enak dan merasa tubuh sudah baikan, saya menyanggupi untuk ke kampus. Memang, ini sudah masuk November, ada beberapa perihal yang harus saya tanda tangani.

Jam 1 berangkat ke kampus. Begitu sampai di kampus, orang yang pertama dilihat adalah Pak Dekan tercinta. Bapak lagi ngobrol sama Bu dr. Arina di depan ruang rapat (dua orang yang sebenarnya saya kagumi). Begitu saya muncul, Bapak yang lagi ngobrol sama Ibu, langsung mengalihkan pandangan ke saya dengan pertanyaan, “Kok nggak muncul-muncul?” tanya Bapak. Tapi wajah beliau cerah, tidak marah, Alhamdulillah. “Saya sakit, Pak,” ujarku senyum tapi lesu. Antara bahagia dan sedih saat Bapak harus berhenti ngobrol dulu demi melihat saya. T.T

Pak Dekan adalah penguji skripsi saya. Beliau interest dengan judul skripsi yang saya ajukan. Sedih saja rasanya saat saya malah menyia-nyiakan waktu dengan sakit yang tidak jelas ini. Hergh!

Selesai tanda tangan dan bikin janji bertemu dengan Pak Dekan, saya memutuskan tidak kemana-mana, termasuk tidak mengunjungi Gedung PSIKM yang berjarak sekitar 100 meter ke belakang. Hanya saja sempat bertemu dengan KaProdi di Dekanat dan beberapa adek kelas yang kebetulan lewat. Buat adek-adekku, cheer Up!!! #Aih, proker kalian banyak sekali dan dilakukan semua. HEBAT!

Tapi sebelum pulang, ada seesuuaatuu yang harus saya beli (Syah4huruf banget lah ya). Berpikir bahwa kemungkinan saya akan terpenjara oleh diri sendiri lagi, mumpung lagi di luar, kenapa tidak ke pasar, dan membeli sesuatu itu. Tahukah sesuatu itu apa, Hello Kitty. Hehe, unyuu unyuu.

Dan disitulah #nearmiss itu kejadian. Bego banget saya nyebrang gag liat-liat dan gag dengar-dengar. Mobil pemadam kebakaran lewat, saya menggeje, nyaris tertabrak, untung nggak jadi, untung masih nyaris. Alhamdulillah. Ini jantung serasa mau copot. Kepikiran, kenapa saya malah nggak awas pendengaran. (melirik headset, tersangkanya headset,handphone,dan suara operator yang cerewet.Hergh!

But, trip must go on! Saya tetap mau cari Hello Kitty. Yap, sebelum benar-benarhomerest (istilah baru, karena saya nggak murni bedrest). Saya sempat keliling Padang hunting Hello Kitty. Tapi ya, berhubung Padang kota Sedang, jadi ya stock Hello Kitty-a nggak sebanyak Jakarta, Surabaya, Makassar, dan kota-kota besar lainnya. Sebelumnya sempat minta tolong beberapa orang, tapi nggak enak banget minta tolong orang buat sesuatu ini. Hehe. Tapi, makasi ya buat yang udah mau bantuin, Hug Chitra (located in Makassar), Hug Ambar (located in Surabaya).

Dalam perjalanan, saya berubah pikiran, berhubung ini Hello Kitty udah 4hari saya cariin gag dapet-dapet. Sebenarnya bukan tidak ada produknya, cuma nggak sreg aja sama beberapa yang ada. Akhirnya, angkot yang udah distop dengan cengengesan saya ralat, “Hehe, nggak jadi Pak. Di depan aja turunnya.” Hheheh.. #parah.

Eh, ternyata hujan. Awalnya gerimis, trus hujan, trus hujan lebat. Huaaaa…. Untung bawa payung (anak kesmas, sedia payung sebelum hujan. #Ayye!!!) Meskipun saat matut diri saya banyak salahnya, baju tipis dan bukan sepatu plastik. Harusnya saya sadar, siang sampai sore Padang sering hujan. Minimal pakai sepatu plastik lah… Ya sudah, udah kejadian.

Akhirnya sesuatu (yang bukan Hello Kitty) itu saya dapatkan

sesuatu yang bertuliskan

“Sudahkah Anda ke Padang?”

dengan kemasan apik bertuliskan “Kapan ke PADANG Lagi?

Yipiiee… setelah hunting Hello Kitty kemana-mana en nggak nemu yang pas, akhirnya saya memutuskan untuk membeli sesuatu khas Padang yang pastinya nggak ada dimana-mana. Horray. (Tapi belakangan diketahui klo tokonya buka cabang di Jakarta n Bukittinggi. Wkewke. Gapapa. Gag ngaruh juga. :p )

Okay, saatnya pulang. Sebelum pulang, saya harus menyinggahi beberapa toko lagi. Hujan masih belum reda. Saat melewati pasar inilah, pikiran kemana-mana. Berpayung sendirian di tengah warna warni payung yang bertebaran, di tengah ramainya pasar kala hujan. Berasa sepi. Mendadak galau. Kebayang orang-orang yang disayang. #ealaah, Andaikan ada dia, ada mereka, ada orang-orang yang selalu memenuhi ruang hati dan gerak ini. Ya, mereka, siapa lagi. Mereka yang akan datang di Bulan Februari 2012 nanti -mungkin 2013 juga, entah, #abaikan- :) .

Sungguh menantikan mereka datang menyaksikan kota Padang tempat berdiamnya“Uni” mereka ini. Sederhana, sedang, biasa, tapi menyisakan kenangan yang akan luar biasa. Pasti! Insya Allah. (Bisa-bisanya saya nangis sambil jalan di tengah pasar, hergh!)

Saking mellownya, sampai-sampai saya linglung lagi. Bisa-bisanya saya lupa dimana Toko Victory berada, sampai-sampai bolak-balik 2 kali nyari tokonya. Padahal saya sering kesana. Nggak mungkin pindah. Dan nggak mungkin saya bisa lupa, benar-benar heran sama diri sendiri yang bolak-balik cari toko ini. Apa mungkin 30hari ini saya amnesia pelan-pelan? Haeh, gag mungkin. #pemikiranlebay

Akhirnya, 2 kali bolak-balik, saya nemu. Ternyata banyak mobil yang parkir dan orang-orang berpayung di sekitar sana yang membuat saya pangling. Heheh. #aneh. Selesai urusan di Victory.

Lanjut ke Sari Anggrek, salah satu dari sedikit Toko Buku Besar yang ada di Padang. Masuk, nitip tas+payung, dan lihat-lihat buku baru, serta mengambil beberapa kertas+amplop untuk masuk ke keranjang, ke kasir, bungkus. Sampai di tempat penitipan, oalah, saya bingung. Kartu Titipannya kok nggak ada ya? HILAAAAAANG… Ya Rabb, saya bikin repot satu uni, dua bapak. dan dua uda demi mencari kartu yang hilang. Alhasil, karena wajah saya emang nggak bisa dibohongi pucat n lesu, Bapak (kayaknya termasuk petinggi toko itu deh, lihat dari pakaiannya yang rapi) membolehkan saya pulang dengan catatan : jangan sampai ilang lagi! Huft, iya deh Pak… Linglung banget sayaaa…

Keluar dari toko, saya megang kertas-kertas, baju tipis, sepatu gag banget, hujan lebat, payung standar, HAJAR!!! Saya haus. Yah, meskipun dingin, tapi pikiran, jiwa, dan hati ini panas. Saya benar-benar dibuat pusing dengan kegejean yang ditimbulkan oleh “pihak-pihak” yang sampai sekarang lari dan tidak mau bertanggungjawab ini. Ya Rabb, lindungi saya, maafkan saya, dan ampuni mereka. :’(

Saya masuk ke warung kaki lima. Dagangannya Sate, sebelahnya ada es rumput laut. Kontras sekali. Di warung sate penuh banget, di warung Es Rumput Laut nggak ada orang sama sekali. Saat masuk pun, abang yang jualan pun mikir saya mau numpang neduh. “Bukan Bang, saya mau beli es rumput laut.” Abangnya ngangguk. Saya duduk. Sudah duduk, abangnya nanya lagi, “pakai es nggak?”. Saya jawab ‘iya’ sambil mikir ini kan warung Es Rumput Laut kah, ya iyalah pake Es. ;D (nggak salah abangnya juga sih, cuma saya abnormal minum es dingin-dingin di hari hujan lebat angin kencang dan pastinya dingin ini). Whatever lah, saya haus.

Pukul 5 sore, saya sampai di rumah, basah dari atas sampai ke bawah, dan lelah. 4jam yang melelahkan, 4jam dalam kegalauan, 4hours confusion. Saya ikrar pada diri sendiri, nggak akan kemana-mana lagi kalau lagi sakitjiwa kayak gini. Pusing di jalan, ketahuan pucat-lesu oleh bapak-ibu di dekanat, nyaris ketabrak, nyusahin sopir angkot, muter-muter nyari toko yang sebenernya sering kesana, kehilangan kartu titipan, dan bikin bingung abang penjual es rumput laut. Sampai rumah nyusahin ayah-ibu yang nyampe-nyampe saya langsung tepar. Ibu sampe bikinin teh hangat. :’) Terima kasih Ummiy…

(well, kali ini tulisannya bener-bener G.A.L.A.Y -galau alay-, juga mellow banget, tidak apa-apa ya, nimbrung di blog seperti ini sekali-kali. Selama ini twitter yang paling sering jadi korban. Sekarang nggak apalah show on details. Sakit apakah saya? Sampai sekarang belum berani ke dokter, yang pasti ini kepala suka sakit serasa ada air dingin yang mengalir dari ubun-ubun, entah ini apa. Tapi ditilik dari segi Emotional saya lebih sepakat dengan hasil searching yang menyatakan “Psikosomatis”. Hanya berdoa untuk “mereka” agar semakin baik dan berdoa untuk saya sendiri agar semakin baik pula. Dan “kami” akan benar-benar BAHAGIA. Aamiin Ya Rabb… Cheer Up :D tetap setia tetap ceria!)

Share this:

  • Facebook
  • Twitter
  • Tumblr
  • Email
  • Print
  • Digg
  • LinkedIn
  • Reddit
  • StumbleUpon

Like this:

Like
Be the first to like this post.

♣ Penulis

  • Nilna R.Isna

♣ Nilna R. Isna

Public Health Student | General Secretary of Association of Indonesian Public Health Students Organization @ISMKMI | love reading n writing | ordinary girl, who can fall in love | aspires to be a good wife and a good mom | IndonesiaLovers |

♣ Quote fr NY

People who continue to put their lives on the line to defend their faith, become heroes and will continue to exist on in legends. (NY)
The greatest warrior not coming from the comfortable palace, but he come from the deepest, hardest, and dangerous valley. (NY)

♣ Kalender

November 2011
S M T W T F S
« Oct   Dec »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

♣ Halaman

  • Tentang Nilna

♣ Categories

  • Artikel Padek (15)
  • Catatan Harian (123)
  • cerpen (7)
  • Opini (16)
  • Pmail's Journal (149)
  • puisi (21)
  • Uncategorized (49)

♣ Yang digemari

  • Mengenal Kanker Payudara Sedari Dini
  • Cacing-cacing Berbahaya yang Hidup di Usus Manusia
  • Rahasia Burung Hantu di Gelap Malam
  • Sejuta Khasiat Teh Hijau
  • Mengenal Jenis-jenis NAPZA
  • MEKANISME DAN TERAPI ALERGI
  • Makanan Sehat Agar Remaja Bugar dan Ideal
  • I-Unit, Mobil Masa Depan yang Ramah Lingkungan
  • Tahu dan Tempe Penting Bagi Wanita
  • Wirausaha yang cocok Bagi Pelajar

♣ Tulisan Tebaru

  • Bu Endang : Menkes Bersahaja, Penuh Karya Bermakna
  • 1360
  • HUKUM KEKEKALAN TAWA
  • #MayDay
  • PARIPURNA PURA-PURA
  • Maissy…. *terharu*
  • Ketika WASEKJEND Pulang ke Makassar
  • tipi minggu pagi | reblog
  • \
  • Rumah Impian

♣ Yang mereka katakan

Ono slembe on Rahasia Burung Hantu di Gelap…
niw on Mengenal Kanker Payudara Sedar…
kucing on Cacing-cacing Berbahaya yang H…
azhar on Cacing-cacing Berbahaya yang H…
muhammad alfath on Cacing-cacing Berbahaya yang H…
Naili Taya on Wirausaha yang cocok Bagi…
rivah on Mengenal Kanker Payudara Sedar…
rurimadani12 on “Cita-cita jangan satu, harus …
rurimadani12 on “Cita-cita jangan satu, harus …
ambocupu on Kuliner Mengesankan Sepanjang…
Arrez Alimbhook on Mengenal Kanker Payudara Sedar…
anto on Sejuta Khasiat Teh Hijau
nita on Demam Chikunguya, “Demam…
Nilna R.Isna on Tentang Nilna
Nilna R.Isna on Tentang Nilna

♣ Blog Spesifik Nilna

  • Blog Sehat Nilna
  • Catatan Kuliah
  • Cerpen Padang Ekspres
  • Sajak-sajak Nilna R. Isna
  • SMS diterima

♣ Komunitas

  • ISMKMI
  • KU INDONESIA
  • Save Child From Smoke

♣ Media

  • Padang Ekspres
  • Padang Kini
  • Padang Media
  • Padang Today

♣ Sahabat Menulis

  • Alfernado Arlis
  • andelisia Darmansius
  • Cesar Zaihan Camile
  • Chairan Hafzan Yurma
  • Chotic
  • Dedet Pratama Dinata
  • Elsya Crownia
  • Esha Tegar Putra
  • Fanz
  • Freshti Aldi
  • Kadek Ridoi Rahayu
  • Kenfi Stadiora
  • Lafi Munira
  • Maghriza Novita Syahti
  • Rahmadanil
  • Sayyid Madani Syani
  • Vinna Melwanti
  • Yulisa Farma
  • Yusrizal KW
  • Zara Novita Sari

♣ Archives

  • May 2012
  • April 2012
  • March 2012
  • January 2012
  • December 2011
  • November 2011
  • October 2011
  • July 2011
  • June 2011
  • May 2011
  • April 2011
  • January 2011
  • May 2010
  • December 2009
  • November 2009
  • July 2009
  • June 2009
  • May 2009
  • April 2009
  • March 2009
  • February 2009
  • January 2009
  • December 2008
  • November 2008
  • October 2008
  • September 2008
  • August 2008
  • July 2008
  • June 2008
  • May 2008
  • April 2008
  • March 2008
  • February 2008
  • January 2008
  • December 2007
  • November 2007
  • October 2007
  • September 2007
  • August 2007
  • July 2007
  • June 2007
  • May 2007
  • April 2007
  • March 2007
  • February 2007
  • January 2007
  • December 2006
  • November 2006
  • August 2006

♣ Awan Tag

Blak-blakan Buku Curhat dongeng event Iptren ISMKMI Jakarta kampus Kesehatan Komunitas Kuliah Lucu Makassar Nasionalisme P'Mailovers Pendidikan Pmail's Diary RAPIMNAS Sahabat Menulis Sastra SMS tips Tokoh Untuk Indonesia

♣ Blog Stats

  • 257,822 hits

♣ Yang Klik Saat Ini

web tracker

♣ Visitors

free counters

♣ klik www.inioke.com

inioke.com

♣ Facebook Nilna

Profil
Profil Facebook Nilna R. Isna
Buat lencana kamu sendiri

♣ Twitter Nilna

  • @inayahh Makasi kakakku yang cantik.... aamiin aamiinFollow Me16 hours ago
  • @SiskaWitdri Makasi ya dek.... :)))Follow Me16 hours ago
  • @Ayu_Fardila Makasi Ayuuu..Follow Me16 hours ago
  • @nessoo eh,, hehee.. hmmm. *bingungberkatakata* tp yg pasti makaaaasssssiiiiii nesssaaaaaaaaFollow Me16 hours ago
Follow @uninilna

♣

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 22 other followers

♣ Pooling

Nilai blog ini :
(polls)

♣ Milestone

The Big DayJanuary 26th, 2012
The big day is here.

Blog at WordPress.com. Theme: Chateau by Ignacio Ricci.

loading Cancel
Post was not sent - check your email addresses!
Email check failed, please try again
Sorry, your blog cannot share posts by email.