TPS tempat aku jadi KPPS ada-ada saja. Saat penghitungan suara, orang-orang ramai meneriakkan “Buyuang….”, “Upiak….”, “Mando….”. Bukan karena Si Buyuang, Si Upiak, dan Rang Mando di TPSku ini maling surat suara atau ngacir dari nempelin tinta. Tapi, karena si Buyuang, Si Upiak, dan Rang Mando inilah yang merupakan Capres Indonesia 2009-2014. Hehe.
Buyuang = SBY, Upiak = Megawati, Mando = Jusuf Kalla
Berawal dari ketua RT kami yang meneriakkan “SBY” saat penghitungan suara. Lama-lama SBY tersebut disingkat jadi BY. “BeYe… BeYe… BeYe…” Eh, tiba-tiba ada yang nyeletuk, “Buyuang…!” Alhasil, tiap surat suara yang nyontreng SBY, diteriakin “Buyuaaaang…!”.
Nah, untuk JK, berhubung JK adalah urang sumando rang Minang. Maka, ketika ada surat suara yang nyontreng JK, diteriakin “Mando….!”. Dan untuk Megawati, ketika Buyuang disebut-sebut, ada yang protes, “Upiaknya mana?” Akhirnya, ketika Megawati yang tercontreng, diteriakin “Upiaaak…!”.
Wew, pokoknya rame deh pas penghitungan suara tadi. Bahagia sangat. Nggak hanya bapak-bapak dan ibu-ibu, anak-anakpun heboh ikut berteriak. “Buyuang….”, “Upiak….”, “Mando….” “Buyuang….”, “Upiak….”, “Mando….” “Buyuang….”, “Upiak….”, “Mando….”
Beberapa hari belakangan, saya diramaikan oleh satu kata yang agak merisaukan hati : memilih. Tidak hanya memilih untuk diri sendiri tapi juga memilihkan untuk orang lain. Bukan hanya memilih yang akan menghebohkan orang sejagad tapi juga memilih yang hanya untuk pribadi sendiri. Tentu teman-teman juga tengah mengalami hal yang sama.