Tags

Kanker payudara diawali ketika sejumlah sel-sel di dalam payudara tumbuh dan berkembang secara berlebihan. Pertumbuhan sel-sel yang tidak normal itu membentuk gumpalan besar serupa benjolan yang mana disebut sebagai tumor. Tumor memiliki dua sifat yaitu jinak dan ganas. Apabila pertumbuhan sel-sel yang berlebihan itu tidak dapat dikendalikan oleh tubuh, itulah yang disebut dengan neoplasma. Neoplasma kemudian akan menyerang jaringan sekitar dan menyebar ke seluruh tubuh. Keadaan seperti ini disebut neoplasma ganas. Neoplasma ganas pada payudara inilah yang akhirnya disebut kanker payudara.
Kanker payudara tidak menyerang kulit payudara yang berfungsi sebagai pembungkus, melainkan menyerang kelenjar, saluran, dan jaringan penunjang payudara yang menyebabkan sel dan jaringan payudara berubah bentuk menjadi abnormal dan bertambah banyak secara tak terkendali.
Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8-12 tahun. Awalnya, sel kanker tersebut bersembunyi pada kelenjar payudara tanpa kita sadari. Kemudian, sel-sel ini menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Penyebaran ini pun tak kita ketahui. Hingga tiba-tiba sel kanker aktif dan menjadi neoplasma ganas atau kanker.

Anatomi Payudara
Payudara terdiri dari kumpulan kelenjar dan jaringan lemak yang terletak di antara kulit dan tulang dada. Kelenjar di dalam payudara akan menghasilkan susu setelah seorang wanita mlahirkan. Kelenjar-kelenjar susu itu disebut lobule. Lobule berasal dari kata lobe yang artinya kantung penghasil susu. Sisa bagian dalam payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan berserat yang saling berhubungan. Jaringan-jaringan ini mengikat payudara dan mempengaruhi bentuk dan ukuran. Terdapat juga pembuluh darah dan kelenjar getah bening pada payudara.

Ciri-ciri kanker payudara
Pada tahap awal, gejala kanker payudara tak terlihat. Biasanya penerita tidak merasakan sakit dan merasa tidak ada tanda-tanda sama sekali. Inilah sebabnya mengapa banyak orang yang terlambat menyadari kehadiran kanker payudara.

Beberapa ciri-ciri yang perlu diperhatikan antara lain :
n Benjolan yang tidak hilang atau permanen, biasanya tidak sakit dan terasa keras bila disentuh atau penebalan pada kulit payudara atau di sekitar ketiak.
n    Ada rasa nyeri atau sakit pada payudara.
n     Semakin lama benjolan yang tumbuh semakin besar.
n    Perubahan ukuran atau bentuk payudara karena mulai timbul pembengkakan.
n    Timbul luka pada payudara dan lama tidak sembuh meskipun sudah diobati, serta puting susu seperti koreng atau eksim.
n    Puting tertarik ke dalam.
n    Kulit payudara berkerut seperti kulit jeruk (peau d’orange)
n     Terkadang keluar cairan, darah merah kehitam-hitaman, atau nanah dari putting susu, atau keluar air susu pada wanita yang tidak sedang hamil atau tidak sedang menyusui.
n    Benjolan menyerupai bunga kobis dan mudah berdarah.
Apabila terdapat ciri-ciri di atas, maka segeralah periksakan ke dokter ahli tumor. Namun, perlu diingat, tidak semua ciri-ciri yang disebutkan memastikan adanya kanker payudara pada seseorang. Oleh karena itu, sangat diharapkan untuk konsultasi ke dokter sedini mungkin. (Berbagai sumber/Nilna Rahmi Isna)